Perjuangan Rahmat 7 Jam Tembus Banjir di Aceh demi Sekarung Beras: Kalau Tak Turun, Kami Kelaparan

2026-02-04 16:42:30
Perjuangan Rahmat 7 Jam Tembus Banjir di Aceh demi Sekarung Beras: Kalau Tak Turun, Kami Kelaparan
ACEH UTARA, – Rahmat (45), warga Desa Sejudo dan Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Utara, pada Minggu , akhirnya tiba di pendopo Bupati Aceh Timur di Idi, Aceh Timur.Rahmat menerabas banjir dan longsor agar bisa mengakses bahan makanan dengan berjalan kaki, sepeda motor, dan menumpang mobil perusahaan di pedalaman kabupaten itu.Butuh waktu tujuh jam baginya untuk menuju ibu kota kabupaten.Dia menyebutkan bahwa selama dua jam, dia harus berjalan kaki karena longsor dan tidak bisa dilewati kendaraan.Baca juga: Korban Banjir Aceh Singkil Kekurangan Logistik"Kalau tidak turun, kami kelaparan," ucapnya.Dia pun membawa satu karung beras berisi 50 kilogram dan bahan makanan lainnya yang bisa dibawa dengan sepeda motor.Dia menceritakan bahwa selama enam hari mereka bertahan di area pegunungan.Saat hendak turun, jalanan tertimbun longsor sehingga tidak bisa dilalui."Kami kekurangan air minum, beras, bahan pangan lain, dan pakaian," katanya.Baca juga: Banjir Aceh Utara, Ratusan Sekolah Rusak, Terpaksa DiliburkanSementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyebutkan bahwa kawasan itu belum bisa diakses.Namun, dirinya sedang mencari cara agar mendistribusikan bahan makanan lewat helikopter."Kami turunkan saja bahan makanannya, daripada kelaparan. Kami turunkan minimal roti dan lain sebagainya agar jangan kelaparan," kata Iskandar.Malam itu juga, Rahmat pulang ke kampung halamannya.Tim gabungan mengantar Rahmat hingga batas yang bisa dilewati kendaraan.Seterusnya, Rahmat akan berjalan kaki selama dua jam dan mengendarai motornya yang disimpan di kawasan hutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-04 15:30