Bitcoin Anjlok di Bawah 100.000 Dollar AS untuk Pertama Kalinya dalam Empat Bulan

2026-02-04 12:16:54
Bitcoin Anjlok di Bawah 100.000 Dollar AS untuk Pertama Kalinya dalam Empat Bulan
NEW YORK, - Bitcoin pada Selasa waktu setmpat jatuh di bawah 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,67 miliar) untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat bulan.Aksi jual terjadi karena para pemegang kripto mulai menghindari aset berisiko di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan valuasi saham yang melonjak tinggi akibat euforia perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI).Harga Bitcoin terakhir diperdagangkan turun 5 persen pada level 100.893 dollar AS (sekitar Rp 1,685 miliar), setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 99.966 dollar AS (sekitar Rp 1,669 miliar). Ini merupakan pertama kalinya sejak 23 Juni Bitcoin diperdagangkan di bawah 100.000 dollar AS.Sementara itu, Ether, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun hampir 9 persen menjadi 3.275 dollar AS (sekitar Rp 54,7 juta).Baca juga: Harga Bitcoin Terus Melemah, Masih Tepat untuk Beli BTC?Kripto-kripto utama seperti Bitcoin dan Ether menarik banyak investor yang sama dengan saham-saham AI, sehingga pergerakan kedua aset ini sering saling berkaitan ketika salah satunya melemah.Indeks Nasdaq Composite, yang banyak berisi saham-saham AI, turun lebih dari 1 persen pada Selasa. Investor menjual saham Palantir, perusahaan pengelola data berbasis AI, karena valuasinya dinilai terlalu tinggi meski hasil kinerja kuartalannya cukup solid.“Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan sedang kelelahan,” kata Haonan Li, pendiri platform stablecoin berbasis Ethereum Codex, kepada CNBC.“Meskipun pertumbuhan stablecoin meningkat, volume aset dunia nyata naik, dan Bitcoin makin berperan sebagai penyimpan nilai institusional — pasar tampaknya tidak peduli. Kabar buruk sangat berdampak buruk bagi kripto saat ini… dan kabar baik hampir tidak berpengaruh.”Investor Ritel Tidak Banyak “Beli Saat Turun”Analis Ed Engel dari Compass Point mengatakan investor individu tampaknya tidak banyak memanfaatkan momentum penurunan harga Bitcoin seperti pada siklus sebelumnya.“Menjual dari pemegang jangka panjang adalah hal yang umum di pasar bullish, tetapi pembeli ritel di pasar spot tampak kurang aktif dibandingkan siklus sebelumnya,” tulis Engel dalam catatannya.Menurut Engel, penurunan terbaru ini bisa menyeret harga Bitcoin lebih dalam ke zona merah dan menembus level psikologis 100.000 dollar AS, dengan risiko tambahan jika investor jangka pendek juga ikut panik menjual.“Kami melihat ada dukungan harga di atas 95.000 dollar AS (sekitar Rp 1,587 miliar), tetapi kami juga tidak melihat banyak katalis positif dalam waktu dekat,” tulisnya.Harga Bitcoin memang cenderung melemah selama beberapa minggu terakhir, dan pola musiman yang biasanya kuat di bulan Oktober kali ini gagal terwujud.Engel mencatat bahwa terakhir kali Bitcoin gagal naik di bulan Oktober adalah pada 2018 — dan pada bulan berikutnya, November 2018, harga Bitcoin sempat anjlok 37 persen.Baca juga: Harga Bitcoin Turun, Sinyal Waspada Crash Besar Pasar Kripto atau Justru Peluang bagi Investor?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 11:20