UMY Tembus Peringkat ke-526 Kampus Terbaik di Asia Versi QS AUR 2026

2026-02-03 22:04:09
UMY Tembus Peringkat ke-526 Kampus Terbaik di Asia Versi QS AUR 2026
QS Asia University Rankings (QS AUR) 2026 merilis hasil pemeringkatan perguruan tinggi di Asia. QS AUR menyatakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menempati posisi ke-526 yang pada tahun sebelumnya berada di rentang peringkat 561-580.Dalam rilis yang diterima detikcom pada Rabu , dijelaskan hasil pemeringkatan itu dirilis pada Selasa, 4 November 2025. Adapun peringkat UMY di Asia Tenggara menempati posisi ke-99.Sementara di tingkat nasional UMY menempati peringkat ke-23 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Tak hanya itu, UMY juga mencatat prestasi peringkat ke-7 kampus swasta terbaik se-Indonesia.Naiknya peringkat UMY tersebut berdasarkan lonjakan skor dalam beberapa indikator utama seperti transformasi nyata dalam mutu pendidikan, kolaborasi internasional, dan kualitas lulusan UMY di kancah global.Tiga dari seluruh komponen penilaian mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Tiga indikator tersebut yakni Academic Reputation, International Research Network, dan Employer Reputation.Pada indikator Academic Reputation, skor UMY melonjak hampir tiga kali lipat ke angka 40,4 yang sebelumnya 14,1 dalam dalam waktu dua tahun ini. Hal ini menjadi bukti jika strategi internasionalisasi akademik UMY berhasil diakui secara luas di Asia melalui kolaborasi riset lintas negara dan publikasi ilmiah bereputasi.Sementara dalam indikator International Research Network (IRN), UMY berhasil meraih skor 29,0 dari sebelumnya di angka 5,9. Capaian skor yang signifikan ini menandakan tingginya partisipasi akademisi UMY dalam penelitian dan publikasi dengan institusi luar negeri.Melonjaknya skor tersebut sejalan dengan kebijakan UMY untuk memperluas jejaring ilmiah global melalui riset kolaboratif, kolokium riset, dan program pengajaran bersama akademisi internasional.Selanjutnya, UMY juga mendapatkan peningkatan skor dalam indikator Employer Reputation di angka 16,4 yang sebelumnya yakni 13.Merespons hal tersebut, Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyatakan capaian tersebut adalah hasil dari transformasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri. Nurmandi menjelaskan pemeringkatan QS AUR tidak hanya sekadar kompetisi antarkampus, tetapi juga merupakan representasi objektif mutu akademik, dan daya saing perguruan tinggi.Nurmandi mengatakan semua indikator dalam QS AUR selaras dengan fokus pengembangan kualitas di UMY, seperti dalam aspek akademik, riset dan inovasi, sumber daya manusia hingga internasionalisasi, dan reputasi lulusan."Ranking ini adalah bentuk rekognisi eksternal atas kinerja universitas. Kami menjadikan indikator QS bukan sekadar target, tetapi bagian dari sistem pengukuran kinerja institusi. Dengan demikian, setiap program dan capaian dapat terukur secara jelas dan berkelanjutan," ungkap Nurmandi.Dia pun menargetkan peningkatan seluruh skor UMY dalam QS AUR. Adapun caranya yakni melalui penguatan kolaborasi akademik internasional, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset dan akademik global."Ke depan, kami ingin arah penguatan indikator ini tidak lagi bersifat parsial. Misalnya, dalam aspek Academic Reputation, kami tengah mendorong agar setidaknya 30 persen mata kuliah di UMY melibatkan dosen asing dalam sistem team teaching. Dengan begitu, exposure internasional dosen dan mahasiswa meningkat, dan hal ini berdampak langsung pada persepsi akademik global," jelasnya.Nurmandi pun menekankan pentingnya membangun reputasi lulusan atau alumni di mata pemberi kerja lewat kolaborasi jangka panjang dengan dunia industri. Kini UMY secara aktif melibatkan alumni strategis dalam jejaring industri.Para alumni tidak hanya menjadi pembicara tamu maupun mentor. Namun juga sebagai penghubung kemitraan profesional untuk memperluas peluang kerja dan meningkatkan pengakuan lulusan di tingkat nasional maupun internasional.Melalui strategi terukur dan berkelanjutan, UMY menargetkan untuk meningkatkan peringkat dalam QS AUR. Target tersebut tidak hanya pencapaian tahunan, tetapi untuk menjadi bagian dari budaya mutu akademik universitas yang berorientasi global.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 20:41