Korean Education Center Buka di Jakarta, Ajak Orang Indonesia Studi ke Korea Selatan

2026-01-11 23:09:53
Korean Education Center Buka di Jakarta, Ajak Orang Indonesia Studi ke Korea Selatan
- Pemerintah Korea Selatan secara resmi membuka Korean Education Center Indonesia (KECI) di Jakarta sebagai upaya memperkuat hubungan pendidikan antara kedua negara dan mendorong minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke Korea Selatan.Dilansir dari laman kecid.org, Rabu , peresmian ini berlangsung pada 25 November 2025 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.Korean Education Center Indonesia merupakan institusi yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan Korea Selatan sebagai pusat informasi pendidikan, promosi budaya, dan pembelajaran bahasa Korea bagi masyarakat Indonesia.Lembaga ini diharapkan menjadi penghubung utama antara pelajar Indonesia dan berbagai peluang pendidikan di Korea, termasuk program beasiswa, informasi pendaftaran universitas, serta kelas persiapan bahasa Korea seperti TOPIK (Test of Proficiency in Korean).Pembukaan KECI juga mencerminkan meningkatnya minat generasi muda Indonesia terhadap pendidikan internasional serta pembelajaran bahasa Korea, seiring dengan popularitas budaya Korea (Hallyu) yang terus berkembang di Tanah Air.Dengan pusat pendidikan ini, pelajar Indonesia memperoleh akses lebih mudah untuk mendapatkan panduan resmi dan dukungan menuju pendidikan tinggi di Korea Selatan.Baca juga: Teliti Mikroplastik, Mahasiswa Teknik Kelautan PKNU Korea Sofiah Raih PenghargaanKorean Education Center Indonesia hadir dengan sejumlah layanan utama, termasuk:Lembaga ini juga bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan dan komunitas Korea di Indonesia, sehingga menjadi pusat kegiatan budaya dan bahasa Korea yang komprehensif.Kehadiran KECI di Jakarta dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.Baca juga: Negara yang Penduduknya Rajin Baca Buku, Indonesia Ungguli Korea SelatanPeresmian KECI dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Wakil Duta Besar Korea Selatan, perwakilan kementerian pendidikan dari kedua negara, serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi Indonesia yang memiliki minat kuat pada pengembangan bahasa dan budaya Korea.Menurut laporan KBS World, lembaga ini juga akan berperan sebagai pusat promosi mahasiswa asing, dengan fokus tidak hanya pada pembelajaran bahasa, tetapi juga menarik minat mahasiswa Indonesia untuk studi di Korea Selatan.Dengan keberadaan Korean Education Center di Jakarta, pelajar Indonesia kini memiliki akses lebih luas dan mudah dalam mempersiapkan pendidikan internasional di Korea Selatan, mulai dari bimbingan bahasa hingga arahan program studi di universitas unggulan Korea.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-11 21:24