Wall Street Siaga Jelang Rapat Paling Alot The Fed, Perpecahan Internal Jadi Sorotan Investor

2026-01-12 05:15:28
Wall Street Siaga Jelang Rapat Paling Alot The Fed, Perpecahan Internal Jadi Sorotan Investor
JAKARTA, - Wall Street memasuki pekan krusial. Pasar menunggu keputusan rapat Federal Reserve (The Fed) pada 9–10 Desember 2025 yang diprediksi menjadi salah satu pertemuan paling alot dalam beberapa tahun terakhir.Dinamika internal Federal Open Market Committee (FOMC) semakin terbuka. Reuters mencatat lima dari 12 pemegang suara menyampaikan keberatan atau sikap skeptis terhadap rencana pemangkasan bunga.Tiga gubernur The Fed di Washington mendukung pemangkasan. Perbedaan pandangan sebesar ini jarang terjadi. FOMC terakhir kali mencatat tiga dissent atau lebih pada 2019. Sejak 1990 kondisi serupa hanya muncul sembilan kali.Baca juga: Wall Street Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS Jelang Keputusan The FedInvestor menunggu sinyal arah kebijakan serta mengukur seberapa tajam perpecahan internal tersebut.“The Fed tampak jauh lebih terbelah dibandingkan dalam waktu yang sangat lama. Seberapa besar perpecahan itu akan menarik perhatian karena memberi gambaran ke mana arah kebijakan The Fed ke depan,” kata Kepala Investasi Angeles Investments, Michael Rosen.Rosen menilai ketidakpastian meningkat karena The Fed berupaya menjaga stabilitas harga dan kondisi pasar tenaga kerja. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) sesuai ekspektasi, sementara sentimen konsumen Desember membaik. Namun data tersebut belum mengubah ekspektasi investor soal peluang pemangkasan bunga.Klaim tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Perkiraan Chicago Fed menempatkan pengangguran November di sekitar 4,4 persen. Berdasarkan data LSEG, peluang pemangkasan bunga 25 basis poin pada rapat mendatang berada di 84 persen.The Fed terakhir memangkas bunga pada 29 Oktober menjadi 3,75 persen sampai 4,00 persen. Itu merupakan penurunan kedua tahun ini. Namun pernyataan Jerome Powell bahwa pemangkasan Desember “tidak dapat dianggap pasti” sempat mengguncang pasar.Manajer Portofolio Saham Janus Henderson, Jeremiah Buckley, memandang dampaknya terbatas.“Tentu bisa menimbulkan volatilitas jangka pendek, tetapi yang lebih penting adalah apa yang mereka lakukan sepanjang paruh pertama 2026, bukan hanya Desember,” ujarnya.Baca juga: Wall Street Lanjutkan Kenaikan, Ditopang Ekspektasi The Fed Pangkas Suku Bunga Indeks S&P 500 naik 16,6 persen sepanjang tahun berjalan. Kepala Investasi Wilmington Trust, Tony Roth, menilai pasar tidak akan bereaksi besar meski pemangkasan terjadi.“Langkah The Fed pada dasarnya sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar. Yang lebih penting adalah panduan kebijakan mereka,” katanya.


(prf/ega)