Undip Kirim Mesin Penjernih Air untuk Pengungsi Banjir Sumbar, Cukupi Kebutuhan 5.000 Orang

2026-01-12 05:46:50
Undip Kirim Mesin Penjernih Air untuk Pengungsi Banjir Sumbar, Cukupi Kebutuhan 5.000 Orang
  - Universitas Diponegoro (Undip) mengirim mesin penjernih air hasil buatan tim inovator yang diperuntukkan bagi para pengungsi bencana alam di Sumatera Barat, Senin .Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T. yang merupakan bagian dari tim inovator menjelaskan bahwa teknologi yang dikirimkan terdiri dari dua jenis mesin, yaitu mesin berkapasitas besar dan mesin berkapasitas kecil.Mesin besar mampu mengolah air hingga sekitar 100–120 meter kubik per hari atau setara 100.000–120.000 liter per hari. Ini dapat melayani sekitar 5.000 orang per hari.Lalu mesin kecil dengan kapasitas sekitar 2–5 meter kubik per hari atau 2.000–5.000 liter per hari bisa mencukupi sekitar 250 orang per hari.Baca juga: Banjir Sumatera, Dewan Profesor USK Desak Presiden Buka Akses Bantuan InternasionalMesin kecil dirancang untuk menjangkau daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses distribusi dan juga untuk diletakkan di posko.“Mesin ini mengolah air keruh akibat banjir menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sanitasi. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk menghasilkan air siap minum. Harapannya, teknologi ini dapat diperbanyak menjadi unit-unit yang lebih luas sehingga kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana semakin baik,” jelas Prof. Nyoman, dikutip dari situs Undip, Selasa .Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengiringi pengiriman tahap awal mesin penjernih air sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi tersebut.Prof. Suharnomo memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T. yang terlibat dalam misi kemanusiaan kampus ini.“Berdasarkan simpulan di lapangan, kebutuhan air bersih menjadi sangat krusial. Karena itu, hari ini Undip mengirimkan mesin penjernih air ke Sumatera Barat, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan kami distribusikan pula ke Aceh dan Sumatera Utara," ujar Prof. Suharnomo.Baca juga: Kemenag: Siswa Terdampak Banjir Aceh-Sumatera Bisa Belajar OnlineANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU BANJIR SUMBAR: Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat . Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir. Menurut rektor, langkah ini adalah bagian dari komitmen Undip yang menyeluruh.Tidak hanya membantu pemulihan fisik dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memastikan pembebasan UKT dan pemberian dukungan hidup kepada mahasiswa terdampak bencana supaya tetap dapat melanjutkan studi.Untuk menjalankan mesin tersebut, Undip bekerja sama dengan Politeknik Negeri Padang sebagai pihak yang mencarikan lokasi yang tepat dan mendistribusikan air.Distribusi air akan dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air ke masyarakat yang membutuhkan.Adapun pengiriman mesin air ini didukung melalui pendanaan Undip dan skema pengabdian masyarakat kebencanaan dari Kemendikti saintek.Satu unit mesin yang diberangkatkan pada tahap awal menggunakan pendanaan Undip dan dikirim langsung ke Padang melalui jalur darat.Sementara tiga unit mesin lainnya saat ini dalam proses penyelesaian dan direncanakan akan menyusul ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.Baca juga: Kemenag Buka Opsi Pembelajaran Daring bagi Siswa Madrasah Terdampak Banjir SumateraHingga saat ini Undip telah mengirimkan dua gelombang tim relawan yakni pada 2 Desember 2025 dan 10 Desember 2025 yang terdiri dari tenaga medis, dokter, paramedis, psikolog, serta tim trauma healing.


(prf/ega)