Lapor ke Prabowo, Kepala BGN: Anggaran MBG Terserap Rp 58 Triliun

2026-01-12 14:22:51
Lapor ke Prabowo, Kepala BGN: Anggaran MBG Terserap Rp 58 Triliun
JAKARTA, - Realisasi serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Desember 2025 mencapai Rp 58 triliun. Angka ini setara 81 persen dari total pagu anggaran yakni, Rp 121 triliun. Serapan anggaran MBG disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin . “Serapan anggaran sampai siang ini, kita sudah menyerap Rp 58 triliun atau mencapai 81 persen,” ujar Dadan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program MBG berjalan cukup optimal, meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam penggunaan pagu anggaran yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya. “Terima kasih untuk Menteri Keuangan,” paparnya. Baca juga: Lapor ke Prabowo, Kepala BGN: 323 SPPG MBG Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatera Adapun, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG sudah menyentuh 17.555 unit. Seluruh SPPG itu telah melayani lebih dari 50,3 juta orang yang tersebar di 38 provinsi dan 509 kabupaten/kota. “Sampai hari ini sudah ada 17.555 SPPG yang sudah melayani 50.390.880 orang di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan,” katanya. Sebaran SPPG paling banyak berada di Jawa Barat (Jabar) dengan total 3.996 unit, disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur.Baca juga: Gaji PPPK BGN 2025: Rincian Gaji per Golongan dan Tunjangannya Namun, jika dilihat dari persentase pemenuhan kebutuhan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni sekitar 87 persen. Selanjutnya, Jawa Tengah mencatatkan capaian 83 persen dan Lampung sebesar 81 persen. “Jawa Barat sendiri, meskipun tertinggi, baru mencapai 80 persen secara nasional. Secara keseluruhan, SPPG yang sudah terbentuk mencapai 59 persen,” lanjut Dadan. Selain itu, Dadan mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Hingga saat ini, tenaga kerja yang terlibat mencapai 741.985 orang.


(prf/ega)