28 Desember 1857: Jatuhnya Kanton dan Titik Balik Perang Candu II

2026-02-01 18:28:46
28 Desember 1857: Jatuhnya Kanton dan Titik Balik Perang Candu II
— Perang Candu II mencapai titik balik penting pada 28 Desember 1857.Pada hari itu, pasukan Inggris dan Perancis merebut Kanton, kota pelabuhan utama Dinasti Qing, setelah rangkaian ketegangan dagang dan konflik bersenjata sejak 1856.Kejatuhan Kanton tidak hanya mengubah peta militer di China selatan, tetapi juga memperlemah posisi politik Dinasti Qing dalam menghadapi tekanan Barat sepanjang Perang Candu II.Baca juga: Perang Candu II (1856-1860): Penyebab dan KronologinyaDilansir dari laman National Army Museum, Perang Candu II berakar dari perjanjian pasca-Perang Candu Pertama yang memaksa China membuka pelabuhan bagi perdagangan asing.Inggris dan negara Barat terus menuntut konsesi tambahan, termasuk legalisasi penuh perdagangan opium di China dan akses diplomatik ke Beijing.Dinasti Qing menolak tuntutan tersebut karena dianggap mengancam kedaulatan negara.Penolakan ini membuat hubungan China dengan kekuatan Barat semakin memburuk dan membuka jalan bagi konflik bersenjata baru.Baca juga: Peristiwa Apa yang Menyulut Terjadinya Perang Candu?Ketegangan meningkat tajam setelah Insiden Arrow pada Oktober 1856. Otoritas China menahan kapal berbendera Inggris di Sungai Mutiara dengan tuduhan pembajakan.Inggris menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak perdagangan mereka.Insiden ini menjadi alasan bagi Inggris untuk melancarkan serangan militer di wilayah Kanton.Perancis kemudian bergabung dengan dalih pembunuhan seorang misionaris, memperluas konflik menjadi Second Opium War.Baca juga: Perang Candu I (1839-1842): Penyebab, Kronologi, dan DampakKanton memiliki posisi penting sebagai pusat perdagangan internasional dan simbol kontrol Qing di China selatan.Inggris dan Perancis menilai penguasaan kota ini akan melemahkan pertahanan Dinasti Qing secara signifikan.Setelah serangkaian serangan laut sepanjang 1857, bala bantuan akhirnya tiba di akhir tahun. Kanton kemudian menjadi sasaran utama operasi gabungan Inggris dan Perancis.Pada 28 Desember 1857, pasukan Inggris dan Perancis menggempur Kanton melalui serangan artileri.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-01 18:15