Kronologi Balita 2,5 Tahun Hilang Dua Hari di HSS hingga Ditemukan di Pondok yang Terkunci

2026-01-12 04:57:57
Kronologi Balita 2,5 Tahun Hilang Dua Hari di HSS hingga Ditemukan di Pondok yang Terkunci
– AN, balita berusia 2,5 tahun di Dusun Bidukun, Desa Malinau, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, sempat dinyatakan hilang selama dua hari dua malam.Ia akhirnya ditemukan selamat di sebuah pondok yang terkunci rapat, berjarak sekitar satu kilometer dari rumah neneknya, Sabtu pagi.Kasus hilangnya AN mengundang perhatian luas karena lokasi penemuannya sulit dijangkau, berada di area ladang pisang di atas bukit, serta kondisi pondok yang diketahui terkunci dari luar.Padahal, untuk mencapai tempat tersebut, seseorang harus berjalan kaki dan mendaki cukup jauh.Baca juga: Jatuh ke Sungai, Hilang 2,5 Jam, Bocah 5 Tahun di Sampang Ditemukan Tewas Peristiwa ini bermula pada Kamis sekitar pukul 16.00 Wita. AN, yang tinggal bersama neneknya setelah ibunya meninggal setahun lalu, diketahui bermain di halaman rumah sang nenek di Dusun Bidukun RT 3.Menurut Kepala Desa Malinau, Mahli, AN sebelumnya berada di rumah tantenya sambil makan.“Sekitar pukul 15.30 Wita, ia masih bersama kerabat. Lalu kakaknya mengatakan neneknya datang. Setelah itu ia bermain di halaman rumah nenek,” ujar Mahli.Tak lama kemudian, ketika sang nenek masuk sebentar ke dalam rumah dan kembali keluar, AN sudah tidak terlihat di halaman.Lingkungan permukiman cukup rapat dan tidak berada di tepi hutan, sehingga hilangnya AN membuat keluarga panik.Pencarian spontan pun langsung dilakukan warga sekitar.Baca juga: Setahun Menghilang, Misteri Bocah Karin Putri Buana di Lubuklinggau Tak Terungkap, Orangtua Kini BerpisahPencarian meluas pada Kamis sore hingga malam. Warga bersama keluarga menyisir rumah-rumah warga, belakang rumah, area perkebunan, hingga sekitar sungai. Pencarian dilakukan hingga pukul 23.30 Wita.Paman AN, Surianto, mengatakan pihak keluarga menemukan dua titik jejak kaki kecil di area perkebunan.“Ada kemungkinan ia mengarah ke belakang rumah menuju hutan. Jejak kaki itu ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita,” ujarnya.Namun kondisi kaki AN yang tengah bengkak menimbulkan dugaan ia tak mungkin berjalan terlalu jauh.Pencarian dilanjutkan pada Jumat .


(prf/ega)