JAKARTA, - Manajemen PT Terra Drone Indonesia menyebut gedung yang terbakar di Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa , sudah digunakan dua tahun sejak 2023. “Kurang lebih kami menempati sudah dua tahun, sejak awal kami mengakuisisi perusahaan lokal. Saat ini kami masih sewa (kantor),” kata Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, saat ditemui di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu .Baca juga: Manajemen Terra Drone Janji Penuhi Hak Seluruh Korban Kebakaran, Termasuk Peserta MagangBerkaitan dengan jalur evakuasi yang disorot Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Umaidi mengatakan bahwa ruko tersebut dilengkapi lift dan tangga untuk bermobilisasi.“Bisa lihat sendiri ya keadaan ruko seperti apa. Bisa juga disamakan dengan beberapa ruko yang lain. Di dalamnya kami ada lift, kami juga ada tangga,” jelas Umaidi.Namun, saat kejadian, ada hal-hal yang berada di luar kendali pihak manajemen, yang mengakibatkan banyak karyawan terjebak di lantai atas.“Tapi memang pada saat itu keadaan benar-benar di luar kontrol kami semua,” kata dia.Pihak manajemen belum memutuskan langkah apa pun, termasuk menuntut pihak pemilik ruko terkait sulitnya akses evakuasi.Baca juga: Manajemen Buka Suara soal Kebakaran Terra Drone: Keadaan Benar-benar di Luar Kontrol KamiMereka masih fokus pada pemenuhan hak 22 karyawan yang tewas dalam kejadian ini.Sebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa .Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebutkan, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB.Tim Damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.Lalu, sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian.Baca juga: Pernyataan Resmi PT Terra Drone soal Kebakaran Kantor di Kemayoran yang Tewaskan 22 OrangPolres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB mengonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang."Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi, Selasa.Dari semua korban meninggal, ada satu orang ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan."Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop," tutur Susatyo.Menurutnya, para korban meninggal rata-rata disebabkan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan lemas dan berujung kepada kematian."Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas," kata Susatyo.Baca juga: Isak Tangis Keluarga Pecah Saat Peti Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone Masuk AmbulansSemua korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan sudah berhasil diidentifikasi.
(prf/ega)
Manajemen Terra Drone: Kami Sewa Gedung 2 Tahun, Ada Lift dan Tangga
2026-01-12 06:07:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:30
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 05:35
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 04:05










































