JAKARTA, – Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mulai merinci strategi untuk mengantisipasi potensi kemacetan di Pelabuhan Merak–Bakauheni selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Berdasarkan survei pergerakan masyarakat, rute ini kembali menjadi yang paling diminati sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara lebih terstruktur dan kolaboratif.“Pelabuhan Merak jadi salah satu titik krusial dalam pengelolaan angkutan Nataru dan menjadi pantauan masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dalam keterangan resmi .Baca juga: Harley-Davidson X440 T Meluncur, Dijual Rp 51 JutaanKOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Ilustrasi: ASDP beri diskon tarif pelabuhan hingga 100 persen mulai 5 Juni 2025.“Artinya perlu pengelolaan yang baik dan penuh sinergi antar stakeholder sehingga pelayanan yang kita berikan sesuai harapan masyarakat,” kata dia.Aan menjelaskan, dua strategi utama yang disiapkan untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan.Pertama, pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan Sumatera berdasarkan golongan kendaraan.Empat pelabuhan di Jawa, yaitu Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Krakatau Bandar Samudera, disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju Merak.Baca juga: Ada Model Terbaru, Suzuki Grand Vitara Lama Diskon Rp 60 JutaKOMPAS.COM/RASYID RIDHO Aktifitas bongkar muat di dermaga 6 atau dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Banten pada H-2 Natal 2024, Senin .Hal yang sama dilakukan di sisi Sumatera, dengan pembagian arus ke Bakauheni, Panjang, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu.“Pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan sisi Sumatera sudah kita tetapkan melalui SKB yang harus dipatuhi oleh petugas dan operator saat operasi Nataru. Kita lihat pairing antar pelabuhan ini sudah tepat sehingga tidak akan terjadi bottleneck,” ucap Aan.Strategi kedua adalah penerapan delaying system, yakni pengaturan ritme kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.Baca juga: Yamaha FreeGo 125 Vs Suzuki Burgman Street 125EX: Mana Lebih Baik?KOMPAS.COM/RASYID RIDHO Kepadatan kendaraan kembali terjadi di Pelabuhan Merak pada H-2 Lebaran atau Sabtu dini hari. Seluruh kantong parkir dipenuhi kendaraan yang didominasi mobil pribadi.Mekanisme ini terutama berguna saat cuaca buruk, seperti gelombang tinggi atau angin kencang, yang berpotensi menunda keberangkatan kapal.“Delay system sangat mungkin diterapkan apalagi prediksi BMKG bulan Desember hingga Januari puncak musim hujan dan ada bibit siklon yang mengakibatkan curah hujan dan gelombang tinggi serta angin kencang,” kata Aan.“Safety atau keselamatan adalah yang utama karena itu kami menyiapkan strategi delay system dengan penerapan buffer zone,” ujarnya.Baca juga: Honda Terjungkal, Posisi Penjualan Merosot di November 2025DOK. ASDP Indonesia Ferry Situasi Pelabuhan Bakauheni pada Senin siang.Aan menutup dengan menegaskan bahwa seluruh pengaturan lalu lintas darat, pembagian pelabuhan, hingga operasional di lapangan telah disinergikan dengan semua pemangku kepentingan.“Semua strategi sudah kita siapkan, mulai dari SOP, pengaturan lalu lintas, hingga pembagian pelabuhan. Negara hadir di sini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sepenuh hati,” ucap Aan.
(prf/ega)
Strategi Kemenhub Antisipasi Kemacetan di Merak–Bakauheni Saat Nataru
2026-01-11 23:27:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:33
| 2026-01-11 22:23
| 2026-01-11 22:15
| 2026-01-11 21:51
| 2026-01-11 21:41










































