Gempa Hari Ini Kamis 27 November 2025, BMKG: Dua Kali Terjadi di Indonesia

2026-01-14 06:48:54
Gempa Hari Ini Kamis 27 November 2025, BMKG: Dua Kali Terjadi di Indonesia
Jakarta - Bumi Pertiwi kembali digetarkan lindu pada hari ini, Kamis . Hingga pukul 20.00 WIB, ada dua kali gempa hari ini yang terjadi di Indonesia.Lindu pertama pada hari ini menggetarkan dini hari tadi pukul 02:54:23 WIB di wilayah Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) seperti laporan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).Pusat gempa di Indonesia itu berada 75 kilometer barat daya Nias Barat, Sumut. Episenter lindu berada pada koordinat titik 0,79 Lintang Utara (LU)-96,80 Bujur Timur (BT).AdvertisementGempa bumi itu dilaporkan BMKG berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer.Kemudian siang hari pukul 11:56:24 WIB, lindu membuat wilayah Sinabang, Provinsi Aceh bergetar. Episenter gempa di Indonesia itu berada pada koordinat titik 2,67 Lintang Utara (LU)-95,84 Bujur Timur (BT).Lindu yang terjadi memiliki kekuatan magnitudo 6,3 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut 62 kilometer barat laut Sinabang."Tidak berpotensi tsunami," jelas BMKG seperti dikutip Liputan6.com dari laman resminya www.bmkg.go.id.Lindu dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II di Medan dan Silangit. Lalu MMI II-III di Kabanjahe, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe, dan Berastagi.Kemudian MMI III di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Singkil. Serta MMI III-IV di Aceh Selatan dan MMI IV di Semeulue.Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-14 05:04