Junta Myanmar Gerebek Markas Scam Online, Tangkap 300 Lebih WNA

2026-02-02 02:58:30
Junta Myanmar Gerebek Markas Scam Online, Tangkap 300 Lebih WNA
Junta militer Myanmar mengumumkan operasi penggerebekan terhadap markas scam online di dekat perbatasan Thailand. Lebih dari 300 orang, yang semuanya warga negara asing (WNA), ditangkap dalam operasi penggerebekan tersebut.Markas scam online terdeteksi marak di wilayah perbatasan Myanmar yang dilanda konflik sejak kudeta militer tahun 2021. Bangunan-bangunan yang dijadikan markas itu menampung para pelaku penipuan yang menargetkan pengguna internet dengan modus penipuan asmara dan bisnis.Praktik scam online semacam itu mampu meraup keuntungan puluhan miliar dolar Amerika setiap tahunnya.Junta militer yang berkuasa di Myanmar dituduh sejak lama menutup mata atas praktik kriminal yang meluas tersebut. Namun sejak Februari lalu, junta Myanmar mengumumkan langkah penindakan keras setelah dilobi oleh China, pendukung militer utama negara tersebut.Menurut beberapa pemantau, operasi penggerebekan tambahan yang dimulai bulan lalu merupakan bagian dari upaya propaganda junta Myanmar. Hal itu dinilai dirancang untuk melampiaskan tekanan dari Beijing, tanpa terlalu merugikan keuntungan yang memperkaya sekutu milisi junta.Laporan media lokal, The Global New Light of Myanmar, seperti dilansir AFP, Rabu , menyebut junta militer Myanmar menggerebek pusat perjudian dan penipuan Shwe Kokko pada Selasa pagi waktu setempat."Selama operasi tersebut, sebanyak 346 warga negara asing yang saat ini sedang diselidiki telah ditangkap," demikian dilaporkan The Global New Light of Myanmar."Nyaris 10.000 ponsel yang digunakan dalam operasi judi online juga disita," imbuh laporan tersebut. Sejak kudeta tahun 2021 memicu perang sipil, wilayah perbatasan Myanmar menjadi lahan subur bagi markas-markas scam dan judi online, yang menurut para analis, dikelola oleh ribuan pekerja sukarela serta orang-orang dari luar negeri yang menjadi korban perdagangan manusia.Namun China, pendukung militer junta Myanmar, semakin kesal dengan banyaknya warga negara mereka yang menjadi pelaku sekaligus korban penipuan.Junta militer Myanmar, pada Rabu , menyalahkan kelompok oposisi bersenjata karena membiarkan markas-markas penipuan beroperasi di bawah perlindungan mereka. Diklaim oleh junta Myanmar bahwa pihaknya telah mengambil tindakan setelah merebut kembali kendali teritorial.Laporan The Global New Light of Myanmar menyebut perusahaan bernama Yatai, yang dimiliki dan dikelola oleh seorang warga China-Kamboja, She Zhijiang, merupakan "entitas yang terlibat" dalam mengelola area Shwe Kokko.She ditangkap di Thailand tahun 2022 lalu dan telah diekstradisi ke China pekan lalu, di mana dia akan disidangkan atas rentetan tuduhan keterlibatan dalam judi online dan skema penipuan. She dan perusahaannya telah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) dan Inggris.AS menyebut She mengubah sebuah desa di perbatasan Myanmar-Thailand menjadi area Shwe Kokko -- yang disebut sebagai "kota resor yang dibangun khusus untuk perjudian, perdagangan narkoba, prostitusi, dan penipuan yang menargetkan orang-orang di seluruh dunia".Pada Oktober lalu, junta militer Myanmar menggerebek markas scam online lainnya, KK Park, yang terletak tak jauh dari Shwe Kokko. Diklaim oleh junta Myanmar bahwa pasukannya menghancurkan lebih dari 600 bangunan di area KK Park. Tonton juga video "Temui DPR, Arnold Putra Cerita Ketika Ditahan di Myanmar"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 03:24