- Sebuah akun media sosial Instagram mengunggah sebuah tangkapan layar dari kotak masuk terkait adanya kepala keluarga dari Kampung Tapak Moge, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu .Dalam unggahan tersebut, sebuah akun meminta untuk mengangkat soal berita.Unggahan itu menyinggung tentang dugaan meninggalnya seorang kepala keluarga di Tapak Moge karena berupaya mencari beras."Salah seorang KEPALA KELUARGA warga TAPAK MOGE, KEC. KUTE PANANG, KAB. ACEH TENGAH meninggal dunia dalam mencari beras untuk dibeli," demikian tangkapan layar dalam akun Kotabandaaceh. Akun instagram yang tidak disebutkan namanya itu menuliskan kronologi terkait peristiwa tersebut."Kami saksinya almarhum keliling membawa uang untuk membeli beras tapi beras tidak ada. Bukan minta min tapi beliau membawa uang walaupun beliau kurang mampu tapi dia gak mau minta tetap dia beli. Terakhir ditemukan meninggal dunia meringkuk kaku sambil memegang uang yang diduga kelaparan," demikian tulis akun tersebut.Hingga berita ini diturunkan, postingan akun instagram kotabandaaceh itu mendapatkan 34,2 ribu suka, 2.011 komentar, dan 8.045 diposting kembali, dan 7.619 kiriman.Baca juga: 3 Pekan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Bergulat Krisis Air Bersih: MCK Sulit, Gimana Mau Masak?Berdasarkan video resmi yang diterima Kompas.com dari Dinas Komunikasi dan Informasi Aceh Tengah, Reje (Kepala Desa) Tapak Moge, Sudarman, mengklarifikasi informasi terkait unggahan yang menyebut warganya meninggal dunia saat berupaya mencari beras untuk dibeli."Saya Reje Kampung Tapak Moge, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, dengan ini mengklarifikasi berita yang beredar di media sosial, yang mengatakan bahwa ada warga Tapak Moge yang meninggal dunia dalam mencari beras adalah tidak benar, adalah hoaks," ucap Sudarman, yang dampingi Camat Kute Panang dan Kapolsek Kute Panang. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan informasi Aceh Tengah, Mustafa Kamal, memastikan bahwa unggahan terkait warga yang meninggal karena berupaya mencari beras merupakan kabar bohong.Penyaluran bantuan logistik, khususnya beras, terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Kute Panang. Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, memberikan rincian data untuk membuktikan alokasi bantuan telah sampai ke wilayah tersebut."Untuk Kute Panang, penyaluran beras bantuan bencana alam sudah dilakukan sebanyak tiga kali pengambilan dengan total 10 ton," ungkapnya dalam siaran pers Minggu .Mustafa merinci bahwa pengambilan pertama dilakukan pada tanggal 4 Desember dengan alokasi 6 ton beras, disusul pengambilan kedua pada tanggal 7 Desember sebanyak 2 ton, dan pengambilan ketiga pada tanggal 10 Desember sebesar 2 ton. Total 10 ton beras ini disalurkan melalui posko Kecamatan Kute Panang, yang selanjutnya didistribusikan oleh para reje atau kepala kampung kepada masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk Tapak Moge.Mustafa juga menampik keras tudingan mengenai penumpukan atau penahanan stok beras bantuan. Dia menegaskan bahwa proses distribusi berjalan lancar dan cepat. Baca juga: Bener Meriah Aceh Masih Terisolasi Pascabencana, Jembatan Teupin Mane Segera Dibuka"Kami pastikan tidak ada beras yang ditumpuk. Buktinya, hingga kemarin saja sudah tercatat total 139,8 ton beras yang berhasil disalurkan kepada seluruh masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah," tegasnya menepis isu bahwa warga mengalami masa terisolasi selama 14 hari tanpa bantuan.Dengan adanya bantahan resmi dari Reje Kampung dan data konkret penyaluran bantuan yang disampaikan oleh Kadis Kominfo, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan pesan-pesan hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.Pemerintah Aceh Tengah berkomitmen untuk terus memastikan seluruh bantuan logistik sampai secara merata dan tepat waktu kepada semua korban bencana hidrometeorologi.
(prf/ega)
Kabar Dugaan Warga Tapak Moge Meninggal Cari Beras, Kepala Desa dan Kominfo Aceh Tengah Klarifikasi: Hoaks
2026-01-12 03:41:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:21
| 2026-01-12 03:03
| 2026-01-12 02:25
| 2026-01-12 02:17










































