KUNINGAN, - Matahari pagi belum terbit sempurna, tetapi Suhud sudah lebih dulu memulai aktivitasnya.Warga Desa Cikupa, Kuningan, Jawa Barat, itu melangkah menyusuri jalan desa menuju kandang ternak burung puyuh milik Bumdes Bandarea di tepi Waduk Darma.Ia harus tiba sebelum pukul 06.00 WIB.Setibanya di kandang, Suhud mengambil keranjang plastik putih dan berkeliling memungut seluruh telur puyuh.Baca juga: Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih akan Kerja Sama dengan Dapur MBGDalam sehari, rata-rata ia memperoleh 25–28 kilogram telur dari 3.000 ekor burung puyuh.Setelah itu, ia memberi pakan, menyiapkan minum, hingga membersihkan seluruh kandang untuk diolah menjadi pupuk organik.“Setiap hari seperti ini. Sebelum jam 06.00 WIB, saya sudah harus di sini, keliling mengambil telur, terus memberi pakan, minum, dan juga menyiapkan telur ini untuk dibawa ke ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani). Kalau saya telat, siklus pemberian makannya juga akan berubah, kasihan mereka (burung puyuh),” kata Suhud saat ditemui Kompas.com pada Rabu pagi.Usai memungut telur, pria 57 tahun itu mengantarkan keranjang berisi ribuan telur ke ibu-ibu KWT di objek wisata Pipir Cai, yang juga menjadi kantor bersama.Di sana, para ibu mengemas telur-telur itu sebelum dijual ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).Suhud dan para ibu-ibu KWT bersyukur karena keterlibatan mereka di Bumdes Bandarea sejak Mei 2025 memberi sumber pendapatan baru.Mereka yang sebelumnya hanya menjadi ibu rumah tangga kini memiliki aktivitas yang lebih produktif.Telur-telur itu kemudian diolah tim gizi dapur MBG menjadi lauk alternatif.Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar menggunakan telur puyuh untuk menekan inflasi karena tingginya permintaan telur ayam negeri ikut mendorong rantai ekonomi di tingkat desa.Instruksi tersebut berdampak ganda: selain menggerakkan ekonomi, olahan telur puyuh juga disukai anak-anak penerima MBG.Mereka menikmati kreasi menu seperti sayur telur puyuh kecap.
(prf/ega)
Dari Kandang Puyuh ke Dapur MBG: Ketika Kolaborasi Mampu Gerakkan Ekonomi Desa
2026-01-12 11:01:39
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:50
| 2026-01-12 10:20
| 2026-01-12 09:29
| 2026-01-12 08:55
| 2026-01-12 08:43










































