LEBAK, - Hari masih gelap ketika Asnamah (41) bersiap memulai perjalanan panjangnya.Jarum jam belum mencapai pukul 04.00 WIB, tetapi perempuan asal Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang itu telah siap dengan satu baskom, satu keranjang, dan satu buntelan berisi nasi merah, lemang, dan aneka sayur matang yang akan dijualnya.Sudah 17 tahun ia menempuh perjalanan yang sama, berangkat dari Stasiun Cikeusal menuju Stasiun Rangkasbitung, dilanjutkan ke Jakarta, lalu kembali ke Cikeusal menjelang malam.Ritme yang bagi banyak orang terasa berat itu menjadi satu-satunya jalan baginya untuk menjaga dapur tetap mengepul.Baca juga: Satu Karung demi Sebuah Masa Depan, Perjuangan Saptuah, Ibu di Ladang Jagung LampungSetiap hari, Asnamah memulai perjalanan dengan Kereta Lokal Merak dari Cikeusal ke Rangkasbitung.Setibanya di Rangkasbitung, ia harus mengejar commuterline pukul 07.00 WIB.Jika terlambat, seluruh rangkaian aktivitasnya berantakan. “Kalau ketinggalan satu kereta saja, saya bisa tiba di Kebayoran terlalu siang. Jadi harus tepat waktu,” ujar Asnamah kepada Kompas.com saat ditemui di Kereta Petani-Pedagang, Selasa .Sekitar pukul 09.00 WIB, ia biasanya tiba di Stasiun Kebayoran.Di kawasan Pasar Kebayoran, ia mulai menjajakan nasi merah, lemang, gemblong, dan sayur matang kepada pelanggan tetapnya.Sebagian besar barang dagangan itu ia ambil dari tetangga-tetangganya di Cikeusal.Sistemnya sederhana, Asnamah membawa titipan mereka ke Jakarta dan menjualnya dengan keuntungan kecil, hanya Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per item.Jika ada yang tidak habis, barang bisa dikembalikan tanpa menanggung rugi.Dari rangkaian keuntungan tipis itulah ia bisa membawa pulang sekitar Rp 100.000 per hari. “Tidak besar, tapi selalu ada. Itu yang bikin saya bertahan,” katanya.Baca juga: Ibu Lina Yakin Bisa: Melawan Kanker demi Anak di Tengah Vonis Hidup yang Tinggal 40 PersenKOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Asnamah (41) penjual nasi merah yang setiap hari pulang pergi Serang-Jakarta untuk berjualan.Sebelum 2008, Asnamah hanyalah ibu rumah tangga seperti pada umumnya.Ia mengurus keluarga di rumah, sedangkan suaminya bekerja serabutan.
(prf/ega)
17 Tahun Berangkat Subuh: Perjuangan Asnamah Menopang Keluarga dari Cikeusal ke Jakarta
2026-01-12 12:44:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:26
| 2026-01-12 11:52
| 2026-01-12 11:39
| 2026-01-12 10:39










































