Basarnas Kerahkan Dua Kapal Cari 3 ABK Hilang di Indramayu

2026-01-12 07:51:08
Basarnas Kerahkan Dua Kapal Cari 3 ABK Hilang di Indramayu
INDRAMAYU, – Kantor SAR Bandung mengerahkan Kapal KN SAR Setyaki 202 dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) Bandung 03 dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) kapal nelayan KM Putri Lancar Samudra B GT-14 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Indramayu, Jawa Barat.Peristiwa tenggelamnya kapal nelayan tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 02.00 WIB.Hingga Selasa , sebanyak 15 dari total 18 anak buah kapal (ABK) berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, tiga ABK lainnya masih dalam proses pencarian.Baca juga: 15 ABK KM Putri Lancar Samudra Tenggelam di Laut Indramayu Ditemukan Selamat, 3 ABK Masih Hilang“Tim yang dikerahkan ada dari Basarnas, TNI AL, Satpolairud Polres Indramayu, relawan, dan nelayan. Kalau dari kita, Basarnas mengerahkan dua kapal KN SAR Setyaki 202 dan RBB Bandung 03,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, saat ditemui di Pelabuhan Karangsong, Indramayu, Selasa sore.Ade menjelaskan, pengerahan dua kapal SAR tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang.Ia berharap, tiga ABK yang hingga kini belum ditemukan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat, seperti 15 ABK lainnya.Dalam proses pencarian, kata Ade, tim SAR gabungan juga memanfaatkan teknologi SAR map yang dikirimkan dari Basarnas Command Center untuk memprediksi pergerakan korban terbawa arus laut.“Lewat aplikasi itu, kami mencoba memetakan kemungkinan posisi korban untuk mempercepat upaya penyelamatan,” ujarnya.Menurut Ade, operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas hingga tujuh hari ke depan.“Gelombang tinggi menjadi tantangan dalam operasi SAR kali ini,” katanya.Ia menambahkan, keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung. Imbauan serupa juga disampaikan kepada para nelayan yang ikut membantu pencarian.“Untuk kendala mungkin karena cuaca. Tim SAR gabungan akan menyesuaikan operasi, dan kita berharap besok pagi kondisi laut sudah lebih melandai,” ujar Ade.


(prf/ega)