546 SPPG di Jateng Kantongi Sertifikat Laik Higiene

2026-01-12 06:44:14
546 SPPG di Jateng Kantongi Sertifikat Laik Higiene
SEMARANG, - Sebanyak 546 dari 1.855 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).Angka tersebut sekitar 30 persen dari total dapur SPPG.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, saat ini terdapat 1.855 dapur SPPG yang sudah beroperasi untuk melayani Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jateng."SPPG yang mempunyai SLHS 546," kata Yunita saat dikonfirmasi, Selasa .Dia terus mendorong SPPG lainnya di Jateng untuk segera mengurus SLHS sebelum melayani MBG.Baca juga: Situs Eror Buat Pencairan Dana Telat, SPPG di Bangkalan Tak Produksi MBGYunita menuturkan beberapa syarat bagi pengelola SPPG yang ingin mengajukan SLHS, mulai dari kepemilikan sertifikat pelatihan higiene sanitasi bagi penjamah makanan, hasil lab sampel makanan, hingga hasil inspeksi lapangan oleh petugas dari dinas kesehatan di daerah terkait."Jadi tidak serta merta (SPPG) mengajukan kemudian diobral. Kita semua harus mengamankan kebijakan dengan prosedur yang benar," tuturnya.Di samping itu, dia menyinggung serangkaian kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di Jateng sepanjang 2025 disebabkan sejumlah faktor."Tapi pada prinsipnya, yang namanya terjadi seperti itu (dugaan keracunan) pasti penyebabnya adalah bahan makanannya, cara mengolahnya, kemudian waktu penyajiannya," lanjutnya.Dia mengeklaim sampel makanan dari serangkaian kasus dugaan keracunan MBG di Jateng selama 2025 telah diuji dan tidak didapati kejanggalan selain teknis pengolahan dan penyajian makanan."Bahwa waktu memasak, cara memasak, kemudian antara memasak dan menyajikan, itu saja. Tidak ada yang lain-lain," ujarnya.Buntut serangkaian kasus keracunan di Jateng, seluruh pihak yang terlibat dalam MBG melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan."Kemudian pemenuhan terhadap SLHS juga dilakukan," bebernya.Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengungkap 2.700 siswa di Jateng menjadi korban keracunan MBG.Dia menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jateng untuk aktif mengawasi pelaksanaan MBG di wilayahnya."Dari 35 kabupaten, sudah 15 kabupaten yang kemarin tidak baik-baik saja. Hampir 2.700 anak-anak kita yang menjadi sasaran terkontaminasi," kata Luthfi di GOR Jatidiri .


(prf/ega)