Lanjutkan Pendidikan di Sekolah Rakyat, Udin Ingin Jadi Tentara

2026-01-31 21:17:56
Lanjutkan Pendidikan di Sekolah Rakyat, Udin Ingin Jadi Tentara
Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu untuk kembali mengenyam pendidikan, salah satunya Saifudin (Udin) di Kalimantan Selatan yang kini bisa melanjutkan sekolah setelah terkendala biaya.Udin merupakan salah satu dari 75 siswa jenjang menengah atas yang terdaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Di SRT yang beroperasi sejak 14 Juli 2025 itu, Udin merasa senang karena bisa kembali melanjutkan pendidikan."Terima kasih Pak Prabowo sudah mendirikan Sekolah Rakyat. Sekarang saya bisa melanjutkan sekolah setelah tertunda selama satu tahun. Dan saya juga berterima kasih karena sudah diberikan fasilitas yang lengkap," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).Udin mendapatkan fasilitas yang lengkap sekaligus banyak teman dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Anak kedua dari tiga bersaudara ini berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh demi membanggakan keluarganya.Udin tak kuasa menahan tangis saat mengingat perjuangan kedua orang tuanya yang tak kenal lelah membesarkan dan membiayai hidup keluarga."Cita-cita saya pengen jadi tentara. Alasannya, karena ingin membela bangsa dan negeri," tuturnya.Sekolah gratis yang mengampu dua jenjang pendidikan, yakni menengah pertama dan menengah atas ini menjadi tempat Udin kembali menimba ilmu dan mengejar cita-cita. Sejak lulus SMP, ia sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena keterbatasan biaya.Pendidikan Udin terhambat oleh kondisi ekonomi keluarga. Ayahnya, Mansyah (45), bekerja sebagai kuli bangunan, sementara sang ibu, Laila (43), menjadi pembantu rumah tangga.Saat putus sekolah, Udin mengisi hari-harinya dengan bekerja serabutan, mulai dari menjaga warung kelontong hingga membantu ayahnya menjadi kuli bangunan demi membantu perekonomian keluarga."Saya menerima keadaan keluarga saya dengan cara terus hidup, belajar, menggapai cita-cita supaya bisa mengangkat derajat keluarga," ucapnya.Keluarga Udin tinggal di rumah semi permanen di tepian Sungai Kuin, Banjarmasin, yang menghubungkan Sungai Barito dan Sungai Martapura. Rumah dua lantai itu memiliki ruang terbatas, tanpa kursi atau sofa, serta lantai dari potongan kayu yang mulai lapuk di beberapa bagian.Kondisi kamar mandi pun jauh dari kata layak, dengan dinding dan pintu dari seng serta sanitasi yang tidak memadai. Air sungai berwarna cokelat menjadi penopang kehidupan sehari-hari, mulai dari mencuci, mandi, hingga kebutuhan minum.Kesabaran dan keikhlasan Udin akhirnya berbuah manis. Pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berkualitas yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu."Untuk keluarga, ibu dan ayah, sehat-sehat terus, terus semangat. Terima kasih telah menjaga saya dari kecil sampai sekarang. Terima kasih sudah mendukung saya untuk mengejar cita-cita saya jadi tentara," ungkapnya.Berbagai fasilitas tersedia di SRT 9 yang berada di Kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Setiap siswa mendapatkan kasur, kamar mandi bersih, seragam dan perlengkapan sekolah, makan tiga kali sehari, hingga fasilitas ruang gym.Mendengar rencana pembangunan Sekolah Rakyat dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Mansyah pun menanyakan kesediaan anaknya untuk bersekolah di sana."Anaknya mau, orang tua tinggal menggiring atau mendukung saja. Apalagi Sekolah Rakyat ini aman karena mereka tinggal di asrama. Alhamdulillah, nyaman di sana," jelas Mansyah.Di SRT 9 Banjarbaru, semangat Udin kembali tumbuh. Ia kini melangkah mantap untuk melanjutkan pendidikan dan menggapai mimpinya menjadi seorang tentara.Simak juga Video 'Kementerian Sosial Raih Sutami Award 2025 Berkat Program Sekolah Rakyat':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-31 20:25