Makna Baru Hari Pahlawan 2025, Menjaga Bumi Tempat Bendera Itu Berdiri

2026-01-11 22:10:59
Makna Baru Hari Pahlawan 2025, Menjaga Bumi Tempat Bendera Itu Berdiri
Jakarta Lebih dari 300 aparatur dan pegawai dari berbagai unit kerja mengikuti Seminar Manajemen Pengelolaan Sampah bertema “Dari Lorong Sempit ke Kantor Ramah Lingkungan”, yang digelar di Jakarta pada 10 November 2025.Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional Smart and Eco Office, sebuah inisiatif untuk membangun budaya kerja hijau di kalangan ASN dan pegawai pemerintahan, sejalan dengan komitmen nasional terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Asta Cita 2024–2029.Kegiatan ini dibuka oleh pejabat perwakilan institusi yang menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi Dr. Taufiq Supriadi, seorang aparatur sekaligus Ketua RT 8 RW 4 Malaka Jaya, yang telah berkontribusi aktif menjaga lingkungan hingga dikenal luas bahkan oleh media internasional seperti CCTV China di Beijing.Advertisement“Kami bangga bahwa seorang ASN bisa menginspirasi masyarakat untuk menjaga bumi dari lingkungan terkecilnya. Ini contoh nyata bahwa gerakan perubahan dimulai dari sekitar rumah kita,” ujar salah satu pejabat pembuka acara.Dalam paparannya, Dr. Taufiq Supriadi memperkenalkan konsep “4 Jalur Sampah”, hasil inovasi lingkungan yang dikembangkan di wilayahnya dan kini diadaptasi di berbagai tempat: 1. Biopori – memasukkan sampah organik agar air terserap lebih baik dan hama berkurang; 2. Komposter – mengolah sisa makanan menjadi pupuk organik; 3. Maggot – mengurai limbah dapur menjadi pakan ikan lele untuk kolam gizi warga; 4. Bank Sampah – memisahkan sampah nonorganik untuk dijual dan didaur ulang.Menurut Taufiq, pengelolaan sampah tidak hanya soal kebersihan, tapi juga soal etika publik dan cinta tanah air.“Semangat Hari Pahlawan bukan hanya mengibarkan bendera, tetapi menjaga bumi tempat bendera itu berdiri,” ujar Taufiq, yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.Kegiatan ini turut dihadiri oleh para akademisi dan praktisi lingkungan yang menekankan pentingnya circular economy model dalam lingkungan kerja pemerintahan.Gerakan sederhana seperti memilah sampah, menghemat air, dan menanam pohon di area kantor dianggap mampu menciptakan ripple effect hingga ke masyarakat.“Perubahan besar dimulai dari perilaku kecil. ASN yang sadar lingkungan akan menjadi panutan di rumah dan komunitasnya,” ujar salah satu narasumber.Forum ini juga menyepakati perlunya Grand Design Eco-Office 2025–2030 yang memuat antara lain: • Pembentukan Bank Sampah di lingkungan kerja; • Gerakan 1 ASN = 1 Biopori; • Program komposter bersama; • Edukasi dan dashboard digital untuk memantau pengurangan sampah dan emisi karbon.Menutup sesi, Dr. Taufiq Supriadi menegaskan:“Upaya yang kami lakukan di lorong sempit, dan semangat lembaga untuk menjadi tempat kerja yang ramah lingkungan, memiliki pesan yang sama, bumi ini bisa sembuh, asal kita semua mau berubah. ASN bukan hanya pelaksana administrasi, tetapi pelaksana etika publik.”Pesan ini menjadi refleksi bahwa semangat kepahlawanan di era kini bukan hanya berjuang di medan perang, tetapi berjuang menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang. 


(prf/ega)