SEMARANG, - Sekitar 120 mahasiswa asal Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang tengah menempuh studi di Semarang kini menghadapi kesulitan ekonomi berat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda daerah asal mereka.Komunikasi dengan keluarga sempat terputus total. Kiriman biaya kos, kuliah dan kebutuhan hidup pun terhenti.“Banyak teman-teman sudah tidak bisa bayar kos. Bahkan ujian tertunda karena UKT belum dibayar dan mereka tidak bisa mengabari orang tua,” ujar Yuda Sandi Prananta (21), mahasiswa semester 7 UPGRIS sekaligus perwakilan mahasiswa Aceh–Sumut di Semarang, saat ditemui di Posko Mahasiswa Aceh di Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa .Baca juga: Warga Aceh Keluhkan Listrik Masih Mati 100 PersenMahasiswa-mahasiswa ini tersebar di sejumlah kampus di Semarang dan saat ini sangat bergantung pada bantuan dari teman sesama perantau.Menurut Yuda, sebagian mahasiswa menerima kabar memilukan dari kampung halaman.Bahkan, ada yang sampai sekarang belum bisa berkomunikasi dengan keluarganya.“Ada juga laporan keluarga hanyut terbawa arus dan meninggal,” tuturnya dengan suara bergetar.Banyak orang tua mereka tidak lagi memiliki sumber penghasilan karena akses darat terputus dan sejumlah desa hilang diterjang banjir.Lebaran semakin dekat, namun banyak mahasiswa mengaku tak bisa pulang karena keterbatasan biaya dan kondisi daerah yang masih lumpuh.Baca juga: Menhan Sjafrie Soroti Bencana Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Dijaga, Perlu Militer KuatMeski begitu, Yuda menegaskan para mahasiswa tetap berupaya bertahan dan saling membantu.“Kami di sini tetap berjuang. Jangan sampai mimpi kami putus hanya karena uang,” pungkasnya.Hal yang sama juga dikatakan Novaldi Akbar Anugerah, mahasiswa semester 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dari organisasi mahasiswa perantau Sumut di Semarang (Himsu).Dia bercerita bahwa banyak teman sejawatnya tengah dalam kesulitan.“Akses jalan di kampung masih banyak yang terblokir, banyak yang belum dapat bantuan banyak yang kelaparan,” katanya kepada kompas.com.Meski keluarganya di kampung selamat, Novaldi mengaku khawatir karena masih banyak sanak-saudaranya yang terkena dampak banjir.
(prf/ega)
Belum Dapat Uang Saku, 120 Mahasiswa Sumatera di Semarang Terancam Tak Bisa Ikut Ujian
2026-01-12 04:38:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 03:52
| 2026-01-12 03:46
| 2026-01-12 02:20










































