Perancah Bambu Diduga Sebabkan Kebakaran Apartemen Hong Kong Cepat Meluas

2026-01-11 22:53:42
Perancah Bambu Diduga Sebabkan Kebakaran Apartemen Hong Kong Cepat Meluas
HONG KONG, – Kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu , diduga menyebar dengan cepat karena adanya perancah (scaffolding) bambu di sekeliling bangunan.Tragedi ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di kota tersebut.Api melahap sejumlah menara tempat tinggal di kompleks berlantai 31 itu, yang dihuni oleh sekitar 4.800 warga.Baca juga: Kebakaran Apartemen Hong Kong Tewaskan 44 Orang, 3 Pria DitangkapHingga saat ini, penyebab utama kebakaran belum dipastikan. Namun, otoritas lokal menduga struktur bambu yang membungkus bangunan, berikut jaring hijau pelindung konstruksi, mempercepat penyebaran api ke berbagai unit apartemen.Hong Kong menjadi salah satu kota terakhir di dunia yang masih menggunakan bambu secara luas dalam konstruksi.Perancah bambu yang dirangkai dengan simpul tali menjadi pemandangan lazim menghiasi gedung-gedung pencakar langit di kota ini, sebagaimana diberitakan The Guardian.Selain ringan dan murah, bambu juga dianggap memiliki nilai seni tersendiri. Bahkan, keberadaan menara bambu telah digambarkan dalam lukisan gulung Dinasti Han sekitar 2.000 tahun lalu.Namun, penggunaan bambu kini mulai ditinggalkan karena alasan keselamatan. Pada Maret 2025, pemerintah Hong Kong mengumumkan rencana pengurangan penggunaan perancah bambu dan mendorong penggunaan baja tahan api sebagai pengganti.Targetnya, setidaknya 50 persen proyek konstruksi publik akan diwajibkan menggunakan rangka logam.Baja dianggap lebih aman dan tahan terhadap iklim lembap khas Hong Kong. Selain itu, data resmi mencatat, sejak 2018 telah terjadi 23 kematian akibat kecelakaan kerja yang melibatkan perancah bambu.Meski demikian, langkah ini mendapat penolakan dari kalangan pekerja bambu.Serikat Pekerja Perancah Bambu Hong Kong dan Kowloon sebelumnya menyatakan keberatannya terhadap rencana penghentian penggunaan bambu. Mereka menilai pekerjaan merakit bambu merupakan keterampilan tinggi yang tak tergantikan.Baca juga: Kebakaran Apartemen Hong Kong Mencekam, Api Menyebar ke 4 Gedung“Variasi alami pada ukuran dan bentuk tiang bambu membuat penyambungannya menjadi pekerjaan khusus yang membutuhkan keahlian,” ujar perwakilan serikat tersebut.Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa peralihan total ke rangka logam dapat mengancam mata pencaharian para ahli perancah bambu yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup pada profesi ini.


(prf/ega)