BANDUNG, – Sektor hulu migas Indonesia mencatat kabar positif dengan lonjakan investasi yang signifikan. Di tengah tren menjanjikan ini, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) merayakan ulang tahun ke-45 dengan menjalankan strategi ganda. Apa saja?Pertama, memperkuat portofolio migas konvensional sekaligus, kedua, mengakselerasi pengembangan energi rendah karbon. Strategi ganda ini menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus mendukung ketersediaan energi dan transisi energi di Indonesia.Sejak berdiri pada 1980, MedcoEnergi telah berevolusi dari perusahaan pengeboran migas nasional menjadi pelaku energi terintegrasi yang mencakup sektor migas, energi terbarukan, serta pertambangan tembaga dan emas.Tahun 2025 menjadi momentum penting Perseroan untuk memperkuat portofolio di bidang energi baik hulu migas maupun ketenagalistrikan.Hal ini disampaikan dalam acara National Media Engagement 2025 di Bandung, Sabtu .Baca juga: MedcoEnergi Turunkan Emisi 1,5 Juta Ton, Pimpin Transisi Energi Asia TenggaraKepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi energi. Ini didasarkan pada capaian yang signifikan.Data SKK Migas, investasi hulu migas Indonesia pada semester I 2025 mencapai sekitar 7,2 miliar dollar AS (setara Rp 118,8 triliun), meningkat hampir 29 persen year-on-year."Capaian ini menunjukkan Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi energi, dan sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan media sangat penting untuk memastikan tercapainya ketahanan energi nasional,” ujar Heru, melalui keterangannya, Sabtu.Baca juga: IPA Convex 2025 Dorong Investasi Migas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 PersenSejalan dengan optimisme investasi tersebut, Medco E&P mencatat sejumlah capaian penting. Capaian itu meliputi keberhasilan pengembangan lapangan migas Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B.Tak hanya itu, Perseroan juga menyelesaikan akuisisi 24 persen Participating Interest (PI) di Corridor PSC dari Repsol E&P S.à r.l., serta pengambilalihan 45 persen PI sekaligus hak pengelolaan (operating interest) di Sakakemang PSC.Langkah strategis ini memperluas portofolio migas Perseroan di wilayah Sumatera bagian selatan yang sebelumnya telah mencakup blok Rimau, South Sumatra, Lematang, dan Corridor.Amri Siahaan, Direktur & Chief Administrative Officer MedcoEnergi, menyatakan bahwa penguatan portofolio migas dan ketenagalistrikan menjadi fondasi bagi pertumbuhan energi yang berkelanjutan.“Kami bersyukur dan bangga dapat berkiprah selama 45 tahun dan terus berkontribusi bagi kemandirian energi Indonesia. Penguatan portofolio migas dan ketenagalistrikan menjadi fondasi bagi pertumbuhan energi yang berkelanjutan,” ujarnya.Baca juga: Investasi Migas Berbiaya Tinggi, Investor Butuh Kepastian Hukum
(prf/ega)
Tangkap Peluang dari Naiknya Investasi Hulu Migas RI, Medco Ungkap Strategi Ganda di 2025
2026-01-12 02:07:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:45
| 2026-01-12 11:21
| 2026-01-12 10:38
| 2026-01-12 09:46
| 2026-01-12 09:44










































