- Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah Pembangunan Infrastruktur Jalan Kabupaten Badung antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Bali, Kamis .Penandatangan tersebut bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan guna mengurai kemacetan di kawasan Kuta Selatan dan Kuta Utara,Bupati Adi Arnawa mengatakan, Kabupaten Badung menghadapi tantangan yang cukup besar, terutama terkait masalah kemacetan. Pihaknya pun, sudah melaporkan kepada Gubernur Bali bahwa Pemkab Badung akan mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah ini. "Karena kalau ini tidak segera di atasi, kita takut nanti tidak akan bisa mengejar, terutama harga-harga tanah yang ada di daerah-daerah pariwisata selatan," katanya."Oleh karena itulah, kami mencoba baik dari segi kemampuan fiskal, maupun tantangan kami ke depan. Kami putuskan untuk terkait dengan pembiayaannya ini melalui skenario pinjaman sebesar Rp 2.8 triliun dengan bunga 5,7 persen,” jelasnya dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Pemkab Badung Gratiskan Kursus Bahasa Inggris untuk 62 DesaIa juga menyampaikan bahwa pada anggaran tahun 2025 sudah dialokasikan dana untuk tahap pembebasan lahan dan tahap konstruksi pada awal tahun 2026.Bupati Adi Arnawa mengatakan bahwa pencairan dana pinjaman ini dilakukan secara bertahap. Pemkab Badung akan membayar kewajiban 6 bulan setelah penandatanganan perjanjian ini.Sementara itu, terpilihnya PT. SMI ini sebagai kreditur sudah melalui pertimbangan-pertimbangan terutama terkait dengan suku bunga.“Saya selaku debitur melihat bahwa, suku bunga ini. Karena bagaimanapun juga semakin kita rendah mendapatkan suku bunga, tentu akan semakin rendah juga kewajiban kita. Oleh karena itulah, maka kami melihat PT. SMI ini adalah satu pilihan yang kelihatannya terkait dengan suku bunga ini masih bisa tawar menawar," ujarnya.Awalnya, lanjut Adi Ariawan, Pemkab Badung sudah sempat ke PT. BPD. Namun dengan pertimbangan PT. BPD tidak akan mungkin bisa sendiri memberikan pinjaman, maka kami mencari debitur lain."Kebetulan juga sekarang dengan kebijakan Bapak Presiden diberikan ruang daerah itu meminjam dana ke pusat. Untuk 2026 ini kita sudah memasang angka bahwa ini sekitar Rp 326 miliar untuk membayar kewajiban ini. Kita sudah sampaikan di dalam rancangan APBD 2026 di pembiayaan,” ungkapnyaBaca juga: Percantik Kawasan, Pemkab Badung Fokus Benahi InfrastrukturDalam sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi langkah Pemkab Badung dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Badung ini.“Pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung ini membawa permasalahan di Kabupaten Badung, seperti macet, sampah dan ketersediaan air bersih. Jika tidak dipercepat maka harga tanah setiap tahun akan semakin meningkat, ini akan membawa dampak besar kedepannya. Makin cepat dibangun makin bagus,” ujarnya.Sementara itu, Direktur Utama PT. SMI, Reynaldi Hermansjah menyampaikan bahwa kolaborasi strategis antara PT. SMI bersama Pemkab Badung bertujuan untuk mempercepat pembangunan jalan, untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan.“Kami berharap bahwa dana sebesar Rp 2,83 triliun ini yang nantinya akan dipakai untuk penanganan jalan pada 8 trase jalan serta konstruksi pada 9 trase jalan, yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Badung dan yang paling penting memperkuat konektivitas di kawasan pariwisata utama di Pulau Bali ini," ujar Reynaldi Hermansjah.
(prf/ega)
Atasi Kemacetan di Kuta Selatan dan Utara, Pemkab Badung Pinjam Rp 2,8 Triliun dari PT SMI untuk Bangun Jalan
2026-01-12 06:07:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 06:12
| 2026-01-12 05:53
| 2026-01-12 04:29
| 2026-01-12 04:03










































