- Singapura kembali menegaskan dominasinya sebagai sistem pendidikan terkuat di kawasan Asia Tenggara dan dunia.Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Singapura menempati peringkat pertama yang unggul pada sains, matematika dan literasi.Standar global ini digagas Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan pelajar usia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains.Singapura menempati posisi teratas di antara lebih dari 80 negara yang berpartisipasi, menunjukkan keunggulan konsisten dalam ketiga bidang tersebut.Hasil PISA menjadi acuan banyak negara dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pendidikan karena tidak hanya mengukur pengetahuan semata, tetapi juga kemampuan siswa menerapkan pembelajaran dalam konteks dunia nyata.Baca juga: ASEAN Undergraduate Scholarship: Peluang Kuliah Gratis di Kampus Top SingapuraDi era globalisasi dan ekonomi berbasis pengetahuan seperti sekarang, kapasitas ini dinilai krusial untuk mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di pasar kerja internasional.Di tengah pencapaian ini, Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam kualitas pendidikan dasar dan menengah, terutama apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN.Hasil PISA 2022 menunjukkan adanya kesenjangan antara capaian Indonesia dan Singapura, yang menjadi pemicu diskusi intensif di level nasional tentang arah pembaruan kebijakan pendidikan.Baca juga: Beasiswa S1 dan S2 di NTU Singapura, Dapat Tunjangan Rp 74 jutaDilansir dari laman Ministry of Education (MOE) Singapura, Rabu , siswa 15 tahun di Singapura menunjukkan prestasi luar biasa dalam tes PISA 2022, yang mencakup kemampuan membaca, matematika, dan sains.Singapura menempati peringkat pertama di seluruh dunia, termasuk dominasi proporsi pelajar berperforma terbaik di setiap domain.Lebih rinci, siswa Singapura memiliki skor rata-rata tertinggi di antara puluhan negara peserta, serta proporsi tertinggi pelajar yang mencapai level 5 dan 6, kategori tertinggi pada uji kemampuan PISA, dalam ketiga bidang utama tersebut.Hal ini menunjukkan tidak sekadar konsistensi, tetapi kedalaman pemahaman yang dimiliki pelajar Singapura dalam menghadapi tantangan kompleks dan situasi nyata.Keberhasilan ini dipandang sebagai buah dari keterpaduan kebijakan pendidikan nasional Singapura yang menekankan disiplin belajar, dukungan teknologi, pelatihan guru berkualitas, dan pengintegrasian pembelajaran berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) ke dalam kurikulum sekolah.Baca juga: Mulai 2026, Singapura Larang Siswa Gunakan Smartphone dan Smartwatch di SekolahBerbeda dengan prestasi Singapura, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di posisi yang lebih rendah secara global dan regional.Skor rata-rata siswa Indonesia dalam PISA 2022 masih berada di bawah skor rata-rata OECD, khususnya dalam literasi membaca, matematika, dan sains.Meski jajaran peringkat global Indonesia mengalami sedikit peningkatan dibanding siklus sebelumnya, secara absolut skor masih menunjukkan kebutuhan perbaikan kualitas secara menyeluruh.Berdasarkan laporan , persentase siswa yang belum mencapai tingkat dasar keterampilan di beberapa bidang menunjukkan masih banyaknya tantangan yang harus dihadapi dalam pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia.Data lain juga menunjukkan bahwa dalam uji sains menurut PISA 2022, siswa Indonesia berada di peringkat ke-6 di ASEAN dari delapan negara yang ikut tes tersebut, dengan skor jauh di bawah Singapura yang memimpin.Baca juga: Syarat Masuk Sekolah Kedinasan STMKG, Kini Berkacamata dan Tinggi 150cm Bisa
(prf/ega)
Singapura Negara dengan Pendidikan Terbaik di ASEAN, Indonesia Ranking Berapa?
2026-01-12 08:02:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:34
| 2026-01-12 08:23
| 2026-01-12 06:50
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:12










































