689 Anggota Polri Dipecat Sepanjang 2025

2026-01-14 13:09:27
689 Anggota Polri Dipecat Sepanjang 2025
Jakarta - Sebanyak 689 anggota dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari Polri. Angka tersebut diungkap oleh Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada saat Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa ."Pada tahun 2025 ini Polri telah menjatuhkan sebanyak 9.817 putusan sidang Kode Etik Profesi Polri, sebanyak 689 sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)," kata dia.Wahyu menerangkan, Polri menggelar 5.061 sidang disiplin terhadap anggotanya sepanjang 2025. Dari perkara disiplin itu, 1.711 anggota dijatuhi sanksi penempatan dalam tempat khusus atau patsus, sementara 1.289 anggota menerima teguran tertulis akibat pelanggaran disiplin.Advertisement"804 sanksi tunda pendidikan, 510 sanksi tunda pangkat, 364 sanksi demosi, dan 393 sanksi lainnya. Itu dari kasus yang terkait dengan disiplin," ujar dia.Kemudian, tecatat ada 9.817 putusan sidang etik, dengan rincian 2.707 anggota mendapat sanksi etik berupa pernyataan perbuatan tercela, dan 1.951 anggota diwajibkan menyampaikan permintaan maaf, baik lisan maupun tertulis.Selanjutnya, sebanyak 1.709 anggota harus menjalani patsus selama 30 hari sebagai bagian dari penegakan etik, 1.196 anggota dikenakan demosi, serta 637 anggota menerima sanksi penundaan pangkat dan pendidikan. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 12:46