AMBON, , - Antrean panjang di SPBU Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku terjadi sudah lebih dari seminggu.Berdasarkan video warga, antrean pada satu-satunya SPBU yang melayani ribuan warga Pulau Moa itu, didominasi kendaraan roda dua.Hal itu memicu adanya kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menepis adanya kelangkaan BBM.Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Stok dan Penyaluran BBM Subsidi di Madura Dipastikan AmanArea Manager Comm, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas menjelaskan bahwa adanya antrean tidak berarti stok BBM terbatas."Antrean bukan berarti kekosongan di SPBU. Saat ini hanya terdapat satu SPBU di Pulau Moa, kami coba tertibkan lagi antrian di SPBU dan coba berkoordinasi erat dengan instansi memastikan antriannya tidak mengganggu kegiatan masyarakat lainnya," kata Ispiani, Selasa .Dia juga mengatakan, Pertamina Patra Niaga akan terus mempercepat layanan pengisian BBM dengan tetap memastikan aspek keamanan.Tak hanya itu, menurut Ispiani, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar antrean warga tidak mengganggu ketertiban dan arus lalu lintas.Baca juga: Pertamina Cek Fuel Terminal Tegal Jelang Nataru, Stok BBM Tersedia 6.000 KiloliterLebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kebutuhan BBM masyarakat di Pulau Moa dilayani SPBU 86.971.15 yang menjual produk Pertamax dan Dexlite.Sementara itu, untuk SPBU 86.971.08 yang juga berlokasi di Pulau Moa statusnya masih dalam proses relokasi sesuai dengan wilayah yang telah direkomendasikan dan diinstruksikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya.Kemudian, menurut Ispiani, sejak 8-15 Desember 2025, ketersediaan BBM di SPBU 86.971.15 sangat aman.Dia mengatakan, Pertamax stoknya setiap hari rata-rata tersedia 40.000 liter dan Dexlite tersedia 12.000 liter."Menjamin dan meningkatkan stok di lembaga penyalur menjadi salah satu antisipasi kami dalam memasikan layanan sebelum puncak liburan tiba. Dengan stok yang aman diharapkan layanan ke masyarakat bisa berjalan dengan baik," kata Ispiani.Sebelumnya, dari video amatir warga Moa, terlihat antrean sejak tanggal 13 Desember 2025.Dalam video itu, nampak kendaraan bermotor mengantre BBM, bahkan ada yang membawa jeriken untuk membeli cadangan BBM jika terjadi kelangkaan.Baca juga: Korupsi Dana Desa, Eks Bendahara dan Sekretaris Desa di Maluku Barat Daya Divonis Penjara
(prf/ega)
Warga Maluku Barat Daya Antre BBM Hampir Seminggu, Pertamina Tepis soal Kelangkaan
2026-01-12 09:46:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:17
| 2026-01-12 09:51
| 2026-01-12 09:39
| 2026-01-12 09:37
| 2026-01-12 08:57










































