Juru Bicara Sayap Militer Hamas Tewas Dibunuh Israel

2026-02-02 04:15:25
Juru Bicara Sayap Militer Hamas Tewas Dibunuh Israel
Sayap bersenjata kelompok Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam mengumumkan juru bicaranya, Abu Obeida tewas dibunuh Israel. Abu Obeida tewas dalam serangan udara di Gaza.Dilansir kantor berita AFP, Senin (29/12/2025), Brigade Ezzedine Al-Qassam merilis pernyataan video di saluran Telegram mereka terkait kematian Abu Obeida. Pengumuman ini setelah beberapa bulan Israel mengumumkan bahwa Abu Obeida telah tewas dalam serangan udara di Gaza."Kami berhenti sejenak untuk memberi penghormatan kepada... pria bertopeng yang dicintai oleh jutaan orang... komandan dan juru bicara Brigade Qassam yang gugur sebagai martir, Abu Obeida," tulis kelompok tersebut.Seperti diketahui, Israel sebelumnya mengumukan telah melakukan serangan udara pada 30 Agustus 2025 lalu. Israel mengklaim saat itu Abu Obeida tewas dalam serangan tersebut.Israel telah menghancurkan kepemimpinan Hamas selama 23 bulan pertempuran yang menghancurkan di Jalur Gaza. Israel mengatakan pihaknya berupaya membasmi kelompok bersenjata tersebut dan memulangkan para sandera yang ditawan oleh militan Palestina dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang tersebut.Panglima militer Israel, Eyal Zamir, berjanji untuk terus menargetkan kepemimpinan Hamas, yang sebagian besar katanya kini berada di luar negeri.Lihat juga Video 'Tentara Israel Lindas Warga Palestina yang Sedang Salat di Tepi Barat':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 04:03