Magnet Baru Gaya Hidup Jakarta, Grand Waterfront Sedayu City Resmi Dibuka

2026-01-17 06:31:53
Magnet Baru Gaya Hidup Jakarta, Grand Waterfront Sedayu City Resmi Dibuka
JAKARTA, - Wajah kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kembali bersalin rupa dengan hadirnya sebuah ikon destinasi terbaru yang mengusung kemegahan arsitektur Kolonial Eropa.Melalui anak usahanya, Arkana, Agung Sedayu Group secara resmi memperkenalkan Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading pada Rabu, 17 Desember 2025.Baca juga: Sawangan Depok Bakal Punya Tempat Hang Out Baru Akhir 2025Kehadiran destinasi tematik seluas 25.726 meter persegi ini tidak sekadar menambah deretan ruang komersial, melainkan mempertegas transformasi kawasan Sedayu City menjadi episentrum gaya hidup terpadu yang menghubungkan Jakarta Utara dan Jakarta Timur./HILDA B ALEXANDER Grand Waterfront Sedayu City Kelapa GadingAdvertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, Miranda DWK, menuturkan, berada tepat di jalur utama boulevard yang strategis, Grand Waterfront dirancang sebagai sebuah narasi visual yang membawa pengunjung seolah melintasi waktu menuju era klasik Eropa."Keindahan arsitekturnya yang dipadukan secara harmonis dengan lanskap danau tenang, menciptakan sebuah ruang publik yang inklusif," ujar Miranda menjawab Kompas.com.Baca juga: Ritel Stand Alone Bakal Meledak, Saatnya Berburu Ruko?Visi Agung Sedayu Group, melalui Arkana, untuk menyatukan Grand Waterfront dengan jajaran rukan bertema serupa di seberangnya menciptakan sebuah ekosistem kawasan tematik yang kohesif dan megah.COO Commercial Retail 1, Sawitri Setiawan, menambahkan, kekuatan utama dari destinasi ini terletak pada kurasi penyewa atau tenancy mix./HILDA B ALEXANDER Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading"Pada tahap awal, delapan nama besar di industri kuliner dan hiburan telah bersiap menyambut masyarakat, mulai dari Hachi Grill, Pizza Napolino, hingga kelezatan otentik Bebek Bengil," imbuhnya.Baca juga: Meneropong Gurita Bisnis Ritel, Siapa Raja Pusat Belanja Sesungguhnya?Kehadiran Little Go, Good Taste, B’Steak, Pesta Kebun, serta ruang pengalaman inovatif X-Space semakin melengkapi keragaman pilihan bagi para pemburu pengalaman rasa.Pengembangan Grand Waterfront juga membawa filosofi keberlanjutan dan kepedulian sosial yang mendalam.Peresmian destinasi ini ditandai dengan prosesi pelepasan ikan ke danau sebagai simbol harapan dan berkah bagi lingkungan sekitar./HILDA B ALEXANDER Grand Waterfront Sedayu City Kelapa GadingTidak berhenti di situ, komitmen terhadap masyarakat diwujudkan melalui aksi sosial nyata berupa kegiatan khitanan massal yang menggandeng Yayasan Tzu Chi Indonesia.Langkah ini menunjukkan bahwa sebuah pusat komersial modern tetap bisa memiliki jiwa dan tanggung jawab moral terhadap generasi masa depan.Bagi generasi muda dan pemburu konten digital, Grand Waterfront adalah surga visual. Setiap sudut bangunan, mulai dari promenade waterfront hingga detil bangunan kolonial yang elegan, dirancang untuk menjadi latar belakang yang estetis.Baca juga: Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai-ramai Masuk IndonesiaAtmosfer yang hidup ini semakin diperkuat dengan rangkaian acara yang padat hingga pergantian tahun.Dengan jam operasional yang fleksibel hingga malam hari, terutama di akhir pekan, Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading telah menetapkan standar baru bagi destinasi hiburan keluarga dan komunitas.Ini bukan sekadar tempat untuk berkunjung, melainkan sebuah wadah di mana memori diciptakan di tengah perpaduan sempurna antara arsitektur klasik, kuliner kelas atas, dan hangatnya interaksi sosial di jantung metropolitan Jakarta.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-17 05:43