8 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

2026-01-13 06:42:54
8 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
PEKANBARU, - Sebanyak delapan daerah di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal mengungkapkan, penetapan status ini dilakukan seiring dengan masuknya Riau ke musim hujan.Ke delapan daerah yang telah menetapkan status siaga darurat tersebut yakni Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru."Untuk Kota Pekanbaru, Kuantan Singingi, dan Rokan Hilir, SK-nya saja yang belum sampai ke kami, tapi sudah tetapkan status," kata Edy kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin .Baca juga: 2 Pengangkut Kayu Hasil Illegal Logging Ditangkap Polisi di RiauEdy menjelaskan, penetapan status ini merupakan langkah antisipatif terhadap potensi bencana, mengingat Riau sudah memasuki musim hujan.Pemerintah Provinsi Riau telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan mendirikan posko koordinasi untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.Kesiapsiagaan ini menyusul penetapan status siaga bencana hidrometeorologi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, pada 1 Desember 2025."Kesiapan ini merupakan tahap awal dalam strategi penanggulangan bencana di Riau, yang mencakup sosialisasi dan pendirian posko pemantauan," tambah Edy.Selain itu, BPBD Riau juga menyiagakan 21 unit alat berat dan kendaraan truk untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.Penyiagaan alat berat ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau."Persiapan kita di tahap awal yakni sosialisasi, mendirikan posko, dan pemantauan. Termasuk koordinasi dengan Dinas PUPR untuk siaga di lokasi rawan bencana," jelas Edy.BPBD Riau juga telah melakukan mitigasi di daerah-daerah rawan bencana banjir dan longsor di kabupaten dan kota di Riau."Musim hujan di Riau diperkirakan berlangsung sampai Januari 2026. Jadi, dilakukan persiapan agar bisa mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko atau dampak bencana hidrometeorologi," ungkap Edy.Hingga saat ini, Edy melaporkan, belum ada daerah yang terdampak banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi."Hanya banjir rob yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Tapi, beberapa jam saja sudah surut," tutupnya.


(prf/ega)