Jakarta - Kementerian Kehutanan menghentikan sementara seluruh kegiatan pemanfaatan dan pengangkutan kayu bulat di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.Kebijakan ini menyusul banjir bandang dan longsor akhir 2025 yang memicu sorotan publik terkait temuan kayu hanyut di lokasi bencana.Direktur Jenderal Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti mengatakan bencana tersebut menimbulkan tekanan besar terhadap sektor kehutanan sehingga diperlukan penyesuaian serius dalam operasional lapangan.Advertisement“Agar menyesuaikan dengan serius seluruh kegiatan operasional yang berpengaruh kerawanan bencana dengan langkah-langkah mitigasi serius,” kata Laksmi dalam keterangan tertulis, Selasa .Pelaku usaha kehutanan diminta mengevaluasi rencana kerja tahunan, memprioritaskan keselamatan lingkungan, menjaga fungsi infrastruktur pengendalian air, dan memastikan tidak ada sisa tebangan yang dapat menjadi bendung alami pemicu banjir bandang.Patroli area rawan longsor dan penghentian penebangan di wilayah terdampak wajib dilakukan.Laksmi menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah penanganan material kayu hanyut untuk mendukung pemulihan daerah bencana.“Fokus prioritas adalah pada penanganan kayu hanyut guna mendukung proses pemulihan pasca bencana,” ujarnya.
(prf/ega)
Cegah Penyalahgunaan, Kemenhut Setop Sementara Distribusi Kayu di Wilayah Bencana Sumatera
2026-01-12 23:13:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 23:17
| 2026-01-12 22:29
| 2026-01-12 21:31
| 2026-01-12 21:25
| 2026-01-12 21:12










































