Anggota DPR Maruli Siahaan Klarifikasi soal Isu PT TPL, Ini Penjelasannya

2026-01-11 23:26:54
Anggota DPR Maruli Siahaan Klarifikasi soal Isu PT TPL, Ini Penjelasannya
JAKARTA, - Anggota Komisi XIII DPR Maruli Siahaan memberikan penjelasan soal pernyataannya yang ramai di pemberitaan, yang menarasikan dukungan terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL).Ia menegaskan, narasi tersebut tidak tepat tepat dan pernyataannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Rabu itu diambil tanpa konteks yang utuh."Jika melihat rekaman lengkapnya, posisi saya sangat jelas, menegakkan hukum, memeriksa izin, dan melindungi masyarakat," ujar Maruli dalam keterangan tertulisnya, Kamis .Baca juga: TPL Bantah Penyegelan 5 Titik Lahan: Hanya Pemasangan Plang, Operasional Tetap NormalMaruli menekankan, dirinya menjunjung tinggi proses hukum. Selama hukum ditegakkan secara adil dan berdasarkan fakta, menurutnya hasilnya akan membawa kebaikan bagi semua pihak.Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk hadir demi menjelaskan dasar pemberian izin kepada PT TPL, termasuk apakah konsesi yang diberikan sudah sesuai aturan atau menyimpan potensi pelanggaran."Saya juga mendorong aparat kepolisian memeriksa secara objektif apakah ada pelanggaran di lapangan, baik oleh perusahaan maupun oleh masyarakat, karena hukum tidak boleh tebang pilih," ujar Maruli."Selain itu, saya meminta Kemenkumham membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri fakta secara menyeluruh, termasuk dugaan konflik agraria dan potensi pelanggaran HAM," sambungnya.Baca juga: Bobby Nasution Rekomendasi Tutup Perusahaan, PT TPL Siap BerdialogAdapun terkait demonstrasi di sekitar wilayah konsesi, Maruli meminta pemerintah memastikan apakah ada pihak yang menunggangi situasi.Ia tidak ingin sampai masyarakat dipecah-belah oleh kepentingan tertentu.Sebagai Anggota DPR, Maruli bertugas melakukan pengawasan berdasarkan hukum, data, dan kepentingan publik, bukan tekanan opini ataupun narasi provokatif."Karena itu, saya menolak penggunaan bahasa yang dapat memecah belah masyarakat," ujar Maruli."Saya tegaskan kembali, saya tidak membela perusahaan mana pun. Yang saya bela adalah proses hukum, kebenaran, dan kepentingan masyarakat," sambung politikus Partai Golkar itu.Baca juga: Soal Penutupan PT TPL, Warga Tagih Janji Bobby: Kami Harap Gubernur Memberi HatiDalam situasi seperti ini, Maruli juga mengajak semua pihak kembali fokus pada solidaritas untuk menghadapi bencana yang tengah melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara.Ia mengajak semua pihak untuk membantu masyarakat terdampak bencana yang saat ini sedang berjuang bangkit."Dan untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman, saya terbuka untuk berdiskusi secara terbuka dengan siapapun. Bagi saya, dialog yang jujur dan transparan adalah cara terbaik menjaga kepercayaan publik dan merawat persatuan kita sebagai keluarga besar Sumatera Utara," ujar Maruli.


(prf/ega)