Ini Respons Walkot Tangsel Usai Pemprov DKI Minta Daerah Penyangga Bangun Park and Ride

2026-01-13 13:04:57
Ini Respons Walkot Tangsel Usai Pemprov DKI Minta Daerah Penyangga Bangun Park and Ride
TANGERANG SELATAN, — Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menanggapi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang meminta daerah penyangga membangun fasilitas park and ride untuk menekan kemacetan.Ia mengaku belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh karena belum membaca secara resmi pernyataan dari Pemprov Jakarta terkait hal tersebut.“Saya belum baca statement Pemda DKI soal itu," ujar Benyamin saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, Ciputat, Senin .Baca juga: Pramono Dorong Daerah Penyangga Bangun Park and Ride untuk Tekan Kemacetan JakartaMeskipun begitu, ia akan coba mempelajari terlebih dahulu terkait rencana tersebut sebelum akhirnya memutuskan membangun Park and Ride."Nanti saya coba pelajari dulu ya,” kata dia.Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta pemerintah daerah penyangga seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor untuk menyiapkan area park and ride di wilayah masing-masing.Harapannya, fasilitas tersebut bisa menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan yang diakibatkan oleh kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta setiap hari.Adapun konsep Park and Ride sendiri, yakni masyarakat yang menuju Jakarta diminta untuk memarkirkan kendaraan pribadinya, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan transportasi umum, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek.Menurutnya, dengan cara tersebut, beban lalu lintas di Jakarta dapat berkurang secara signifikan."Bagaimanapun untuk mengatasi persoalan transportasi di Jakarta, tidak bisa sendirian, harus bersama-sama dengan daerah-daerah yang ada, terutama Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan," ucap Pramono.Baca juga: Park and Ride di Lebak Bulus Diperluas, Bisa Tampung 2.300 Kendaraan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-13 12:40