Sinopsis Film The Housemaid, Konflik Psikologis antara Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney

2026-02-02 04:10:55
Sinopsis Film The Housemaid, Konflik Psikologis antara Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney
JAKARTA,  — The Housemaid merupakan film thriller psikologis yang akan tayang di bioskop pada 31 Desember. Film ini mengisahkan tentang hubungan rumit antara majikan kaya raya dan pembantu rumah tangganya, dengan sentuhan misteri, intrik, dan kejutan yang sulit ditebak.Film ini disutradarai Paul Feig dan diadaptasi dari novel laris karya Freida McFadden. Dua bintang utama, Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney, menjadi pusat cerita melalui karakter yang sama-sama menyimpan rahasia kelam.Baca juga: Daftar 14 Film Indonesia Tayang di Bioskop Januari 2026Millie Calloway (Sydney Sweeney) adalah perempuan muda yang baru saja bebas bersyarat dari penjara.Untuk memenuhi syarat hukum, ia harus memiliki pekerjaan tetap dan tempat tinggal. Kesempatan datang ketika Nina Winchester (Amanda Seyfried), perempuan kaya dari keluarga terpandang, mempekerjakannya sebagai asisten rumah tangga dan pengasuh bagi putrinya, Cece.Baca juga: Film-film yang Akan Tayang di Bioskop Pekan Ini Di awal pertemuan, Nina terlihat ramah dan hangat. Namun situasi berubah ketika Millie mulai tinggal di rumah besar keluarga Winchester.Nina menunjukkan perilaku yang tidak stabil, manipulatif, dan kerap mempermalukan Millie tanpa alasan jelas.Baca juga: James Cameron Beri Instruksi Khusus ke Bioskop untuk Pemutaran Film Avatar: Fire and Ash Millie mulai menyadari ada banyak hal janggal di rumah tersebut. Mulai dari bekas goresan di pintu kamarnya hingga sikap dingin Andrew (Brandon Sklenar), suami Nina, yang di satu sisi tampak peduli namun di sisi lain menyimpan misteri.Hubungan antar karakter berkembang menjadi permainan psikologis penuh manipulasi. Baca juga: Avengers: Endgame Tayang Lagi di Bioskop September 2026Konflik mencapai puncaknya ketika identitas, masa lalu, dan motif masing-masing tokoh terungkap sedikit demi sedikit. Anda bisa melihat konflik psikologis antar dua tokoh utama, Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney, dalam film The Housemaid yang segera tayang di bioskop. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 03:21