SUKABUMI, - Industri farmasi Indonesia diperkirakan tetap mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025, meski dibayangi sejumlah tantangan eksternal seperti volatilitas nilai tukar dan ketergantungan pada bahan baku impor.Optimisme tersebut disampaikan Head of Corporate PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), Hari Nugroho saat berbincang dengan Kompas.com di sela acara media gathering di Sukabumi.Menurut Hari, kondisi industri farmasi saat ini relatif stabil, didorong oleh meningkatnya kebutuhan kesehatan masyarakat dan strategi inovasi berbagai perusahaan.“Kami melihat industri farmasi tetap akan bertumbuh secara positif. Kebutuhan kesehatan terus meningkat dan mendorong permintaan obat-obatan, baik untuk segmen resep maupun produk kesehatan,” ujar Hari, Kamis .Baca juga: Kalbe Farma Catat Laba Rp 2,63 Triliun per Kuartal III-2025Ia menambahkan, Kalbe sendiri mencatat pertumbuhan sepanjang 2025, sejalan dengan tren positif industri secara keseluruhan.“Secara umum Kalbe masih stabil dan terus berkembang. Tahun ini juga growth,” katanya.Hari menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar industri saat ini adalah volatilitas nilai tukar USD/IDR.Pasalnya, sebagian besar bahan baku obat (BBO) masih harus diimpor karena keterbatasan ketersediaan di dalam negeri.“Mayoritas bahan baku masih impor. Karena itu, fluktuasi mata uang cukup berpengaruh bagi industri,” kata Hari.Untuk mengurangi risiko tersebut, Kalbe mulai menggunakan skema pembayaran dalam mata uang lokal negara mitra, khususnya Renminbi/Yuan untuk impor dari China.Perusahaan juga menyiapkan cadangan kas dolar AS sebagai mitigasi fluktuasi kurs. Di sisi lain, Kalbe terus mencari alternatif substitusi bahan baku lokal, terutama untuk produk berbasis bioteknologi yang dinilai lebih cepat dikembangkan di dalam negeri.Baca juga: Kalbe Farma (KLBF) Bakal Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 250 MiliarTerkait ketegangan geopolitik global, termasuk hubungan AS–China, Hari menilai dampaknya tidak signifikan terhadap kinerja Kalbe.“Isu tarif dan lain-lain itu tidak terlalu besar. Dampak paling terasa tetap soal mata uang,” ujarnya.
(prf/ega)
Kalbe Sebut Industri Farmasi Tetap Tumbuh Positif di 2025 Meski Banyak Tantangan
2026-01-12 07:27:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:21
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 06:06
| 2026-01-12 05:56










































