India Siap Kirim Astronaut ke Orbit, Ambisi Saingi AS hingga China

2026-01-12 18:45:57
India Siap Kirim Astronaut ke Orbit, Ambisi Saingi AS hingga China
Penulis: Matthew Ward Agius/DW Indonesia - India sebenarnya dijadwalkan mengirimkan pesawat ruang angkasa berawak pertamanya ke orbit pada 2022. Namun pandemi  Covid-19 dan serangkaian kendala teknis membuat kemajuan misi Gaganyaan tertunda terus-menerus.Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) kini telah mengesahkan roket peluncur LMV3 miliknya untuk perjalanan manusia dan menargetkan tiga peluncuran tak berawak pesawat ruang angkasa Gaganyaan pada 2026.Jika semuanya berjalan sesuai rencana, tiga astronot India atau Gaganyatri yang dipilih dari para pilot angkatan udara: Prasanth Balakrishnan, Ajit Krishnan, Angad Pratap, dan Shubhanshui Shukla, akan bersiap melakukan penerbangan perdana. Waktu paling awal peluncuran itu dapat dilakukan adalah tahun 2027.Baca juga: Ricuh Tur Messi di India, Apa yang Sebenarnya Terjadi?Mengirimkan Gaganyatri ke orbit akan menempatkan India sejajar dengan Amerika Serikat (AS), Uni Soviet, Rusia, dan China sebagai satu-satunya negara yang pernah mengirim manusia ke luar angkasa menggunakan pesawat ruang angkasanya sendiri.Gurbir Singh, penulis sains luar angkasa asal Inggris yang meneliti evolusi ISRO dari organisasi kecil era 1960-an hingga menjadi badan antariksa modern, mengatakan kepada DW bahwa program Gaganyaan adalah kesempatan bagi India untuk menunjukkan kredensialnya sebagai kekuatan antariksa baru."Tujuannya sebenarnya kurang bersifat ilmiah dan lebih bersifat geopolitik. Ini untuk memastikan India punya posisi di antara pemain besar, dan semua pemain besar itu memiliki program penerbangan antariksa berawak," kata Singh.Baca juga: Tur Messi Berantakan gegara Pejabat Minta Foto, Amuk Warga India MeluapIndia telah mampu menyamai negara-negara lain dalam eksplorasi dan penelitian antariksa. India menjadi negara keempat, setelah AS, Uni Soviet, dan China, yang berhasil mendarat di bulan ketika misi Chandrayaan-3 mendarat mulus pada 2023.Dengan itu, India juga menjadi negara pertama yang mengirim wahana ke Kutub Selatan Bulan, wilayah yang sulit untuk pendaratan. Pada tahun 2014, India berhasil mengirimkan wahana Mars Orbiter ke Planet Merah.Singh mengatakan bahwa nilai terbesar ISRO kemungkinan justru ada pada program sainsnya, bukan ambisinya mengirim manusia India ke luar angkasa."India seharusnya tidak masuk ke luar angkasa dengan manusia karena, dan hanya karena, misi berawak tidak memberikan hasil ilmiah atau efisiensi biaya setinggi misi sains biasa," papar Singh."Satu-satunya alasan India melakukan ini adalah karena, meski manfaat ekonominya lebih kecil, manfaat geopolitiknya jauh lebih besar," lanjutnya.ISRO juga telah menjadwalkan misi-misi sains baru, termasuk pengirim sampel dari bulan dan Mars. Sebuah wahana untuk mempelajari atmosfer Venus juga telah ditugaskan.Baca juga: Messi Cuma Tampil 20 Menit, Warga India Ngamuk Hancurkan StadionSingh melihat India tengah memantapkan dirinya sebagai pemain dan kekuatan antariksa besar dalam beberapa tahun mendatang. Menyamai China, tetangga sekaligus pesaing regionalnya, juga menjadi hal penting bagi Perdana Menteri India Narendra Modi.Modi juga menugaskan ISRO untuk membangun stasiun luar angkasa orbit. Ia ingin modul pertama ditempatkan pada 2028, dan ia juga ingin melihat Gaganyatri berjalan di permukaan bulan pada 2040.


(prf/ega)