Kisah Dokter Yose, Ubah Warung Kopi di Aceh Tamiang Jadi Klinik Darurat

2026-01-12 14:33:32
Kisah Dokter Yose, Ubah Warung Kopi di Aceh Tamiang Jadi Klinik Darurat
- Beberapa relawan medis merapat ke lokasi bencana di Sumatera, ke daerah yang paling parah terdampak, seperti di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.Salah satunya adalah dr Teuku Yose Mahmuddin Akbar, Sp. BS, spesialis bedah syaraf dari RSU Zainoel Abidin dan RS Ibu & Anak Banda Aceh.Dokter Yose, demikian ia akrab disapa, terpanggil untuk merapat ke Aceh Tamiang demi membantu korban bencana yang terluka.Ia mengubah warung kopi (warkop) jadi klinik darurat, dan mengobati ratusan korban dengan luka robek.Bahkan, bedah minor pun ia lakukan di warkop tersebut.Begini kisah dr Yose dari kawasan bencana, Aceh Tamiang.Baca juga: Cerita Relawan yang Redakan Lapar di Bireuen dan Pidie: Dua Plastik Jambu Air Itu Langsung HabisMenurut Fahmi Yunus, dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, dr Yose sempat hilang kontak 5 hari saat banjir besar menerjang, Rabu ."Dia terjebak di Aceh Tamiang saat dalam perjalanan bus dari Banda Aceh ke Medan, ketika banjir terjadi," ujar adik ipar dr Yose ini kepada Kompas.com, Rabu . Diketahui, dr Yose melaju ke Medan dalam agenda menjenguk kerabatnya yang tinggal di sana."Sejak 26 dini hari itu nyangkut di Tamiangnya, bus gak bisa jalan. Lalu 5 hari tak ada kabar, baru beliau dievakuasi ke Medan tanggal 30 November, karena Tamiang lebih dekat ke Medan," ujarnya.Dokter Yose diketahui berada di Medan hingga Selasa .Melihat parahnya kondisi di Tamiang, dr Yose memutuskan kembali ke sana selepas membeli bekal obat-obatan dan peralatan medis seadanya.Baca juga: Warga Aceh Tamiang Minum Air Genangan Hujan, Pengungsi Bireuen Bertahan Tanpa ObatDihubungi melalu pesan singkat, dr Yose menceritakan perjalanannya kembali ke Aceh Tamiang pasca-banjir."Tanggal 2 Desember 2025 beli obat dan keperluan lain lalu berangkat dari Medan ke Tamiang via jalur laut (boat) tapi harus menginap di Pangkalan Susu karena badai," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa malam.Dr Yose sempat mengusahakan adanya pengawalan karena beredar kabar bahwa ada penjarahan relawan.


(prf/ega)