Jelang 5 Rajab, Polda Kalsel Perkuat Pengamanan Haul Sekumpul

2026-02-03 10:23:57
Jelang 5 Rajab, Polda Kalsel Perkuat Pengamanan Haul Sekumpul
Polda Kalimantan Selatan akan meminta bantuan Mabes Polri terkait pengamanan acara Haul Guru Sekumpul ke-21. Haul diperkirakan akan berlangsung pada akhir Desember 2025 di Kubah Guru Sekumpul Martapura, Kabupaten Banjar."Perkiraan ada 300 personil yang kami minta ke Mabes Polri," ujar Kapolda Kalsel Irjen, Rosyanto Yudha Hermawan, dalam keterangan tertulis, Rabu (03/12/2025).Selain meminta bantuan Mabes Polri, pihak Polda juga akan meminta personil ke Kalimantan Tengah untuk pengamanan haul agar acara dapat berlangsung secara kondusif dan aman.Berkaca pada Haul Guru Sekumpul 5 Januari 2025, ada 1.500 personil yang turun mengamankan lebih dari 3 juta jemaah. Kemudian, pada haul akhir Desember nanti diprediksi jumlah jemaah akan bertambah, terlebih bertepatan dengan masa libur akhir tahun."Haul ke 20 kemarin itu ada 1.500 personel yang diturunkan untuk mengawal kehadiran 3 juta jemaah," ujarnya.Jajaran, seperti Ditpolair Polda Kalsel pun akan diturunkan untuk mengamankan jalur sungai sebagai salah satu akses jemaah menuju lokasi haul."Jalur sungai biasanya juga ramai. Ini menjadi tugas Direktorat Polairud dan jajaran mengamankan jalur perairan," tutupnya.Adapun momentum Haul Guru Sekumpul biasanya digelar pada 5 Rajab kalender hijriah. Berdasarkan kalender nasional, tanggal tersebut jatuh pada 25 Desember 2025. Namun, untuk kepastian tanggalnya masih perlu menunggu pengumuman dari panitia haul. Tonton juga video "Haul Ke-55 Bung Karno, Said Abdullah: Doa, dan Cita-cita Untuk Bangsa"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 10:25