Kakatua Jambul Kuning di Masakambing Terancam Punah, Warga Sumenep Kompak Tanam Kelengkeng

2026-01-12 04:21:15
Kakatua Jambul Kuning di Masakambing Terancam Punah, Warga Sumenep Kompak Tanam Kelengkeng
SUMENEP, - Warga Desa Pulau Masakambing, Kecamatan Pulau Malembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus berupaya mencegah kepunahan spesies kakatua jambul kuning abbotti.Mereka menanam ratusan pohon klengkeng agar bisa menjadi sumber pakan.Yudhi, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pulau Masakambing, mengatakan burung dengan nama latin Cacatua sulphurea abbotti ini adalah kakatua endemik yang sangat langka, sebab hanya ditemukan di Pulau Masakambing."Sudah diakui secara luas, burung kakatua endemik ini hanya ada di desa ini (Masakambing)," kata Yudhi di Sumenep, Minggu .Untuk menjaga ekosistem, Yudhi mengatakan, warga bergotong royong menanam ratusan pohon klengkeng untuk menambah tutupan hijau di Pulau Masakambing.Baca juga: Terancam Punah, Kakatua Jambul Kuning Pulau Moyo Dipantau dengan Camera TrapPenambahan tutupan hijau dinilai menjadi langkah yang tepat dan mendesak untuk menjaga ketersediaan pakan dan ruang hidup bagi kakatua jambul kuning abbotti.Dengan luas pulau yang kecil, tutupan hijau sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup kakatua abbotti.Selama beberapa dekade terakhir, populasi burung tersebut mengalami penurunan drastis sehingga masuk daftar spesies kritis.Ekosistem di pulau kecil cenderung lebih sensitif. Dengan menambah tanaman buah seperti kelengkeng, warga dan satwa bisa mendapatkan manfaat yang saling menguatkan.“Pohon ini bisa menjadi sumber pakan sekaligus tempat berteduh bagi kakatua. Masyarakat pun bisa memanfaatkan buahnya. Jadi ada hubungan timbal balik yang sehat,” katanya.Baca juga: Lestarikan Kakatua Langka, Kelompok Tani Hutan Desa Masakambing Menang Wana LestariAnggota DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, menyebut keberadaan burung tersebut membuat Pulau Masakambing masuk dalam kawasan ekonomi esensial (KEE) yang kelestariannya perlu dijaga.“Pulau Masakambing ini kawasan ekonomi esensial yang harus kita jaga. Kehidupan kakatua sangat bergantung pada kondisi lingkungannya,” ungkap Darul, sapaan akrabnya di Sumenep.Ketua Komisi I DPRD Sumenep itu mengatakan, warga Masakambing memiliki kedekatan dengan kakatua jambul kuning sehingga aktivitas sehari-hari sering bersinggungan dengan habitat burung itu.“Kita ingin tumbuh kesadaran bahwa pelestarian satwa langka bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga punya peran besar,” tambahnya.Baca juga: Ribuan Guru di Sumenep Terima Gaji Tak Lebih dari Rp 500.000 Per BulanPenanaman pohon dianggap sebagai langkah konkret yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.“Ke depan, kami ingin ada kolaborasi yang lebih kuat dengan warga. Pelajar, kelompok sadar lingkungan, semua perlu ikut terlibat,” tegas Darul Hasyim Fath.Darul memastikan, program penanaman ini akan diteruskan dengan pemantauan rutin agar setiap pohon tumbuh optimal dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi ekosistem pulau.


(prf/ega)