Jadwal Leg 1 dan 2 Persib Bandung Vs Ratchaburi FC di ACL 2 2025-2026

2026-02-05 02:55:50
Jadwal Leg 1 dan 2 Persib Bandung Vs Ratchaburi FC di ACL 2 2025-2026
- Persib Bandung akan menghadapi Ratchaburi FC fase knock-out AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.Duel Persib Bandung vs Ratchaburi FC akan dimainkan dengan format dua leg, kandang dan tandang, sebagaimana regulasi fase gugur AFC Champions League Two.Pertandingan leg pertama Persib Bandung vs Ratchaburi FC akan digelar di markas wakil Thailand.Persib Bandung dijadwalkan bertandang ke Stadion Dragon Solar Park, Thailand, pada Rabu, 11 Februari 2026.Kick-off pertandingan leg pertama akan berlangsung pukul 19.15 WIB.Baca juga: Respons Bos Persib Terhindar dari Pohang Steelers, Jadwal Padat MembayangiDuel ini diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim sama-sama berada di papan atas kompetisi domestik.Persib Bandung saat ini memuncaki klasemen Super League 2025-2026 dengan koleksi 34 poin.Sementara itu, Ratchaburi FC berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Thailand dengan raihan 26 angka.Pada leg kedua, Persib Bandung vs Ratchaburi FC akan bergulir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.Pertandingan penentuan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan waktu kick-off pukul 19.15 WIB.Leg kedua ini memiliki tantangan tersendiri karena bertepatan dengan hari pertama Ramadan 1447 Hijriah.Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026, dan biasanya penetapan pemerintah tidak berbeda jauh.Baca juga: Kata Pengamat soal Peluang Persib Bandung Kalahkan Ratchaburi FCSituasi tersebut membuat Persib Bandung harus melakukan persiapan ekstra karena sejumlah pemain dipastikan menjalankan ibadah puasa.Dokumentasi AFC Starting Persib Bandung saat menghadapi Selangor FC pada laga lanjutan AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Kamis di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, Malaysia. Persib Bandung melangkah ke babak 16 besar ACL 2 2025-2026 dengan status juara Grup G.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 00:32