Cerita Rasidin, Punahnya Badak di Bengkulu serta Ancaman Musnahnya Gajah

2026-01-11 23:27:14
Cerita Rasidin, Punahnya Badak di Bengkulu serta Ancaman Musnahnya Gajah
BENGKULU, - Jumlah habitat gajah sumatera di Provinsi Bengkulu tersisa sekitar 25 ekor di gerbang kepunahan.Hal ini dikemukakan oleh Wamen Kehutanan, Rohmat Marzuki, saat mengunjungi kawasan hutan yang merupakan rumah gajah sumatera di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, belum lama ini.Kerusakan kawasan hutan yang menjadi perkebunan sawit ilegal merupakan musuh utama hilangnya spesies dilindungi itu.Dahulu, Bengkulu merupakan surganya habitat flora dan fauna langka.Satu per satu flora dan fauna langka itu punah. Badak sumatera merupakan habitat yang dinyatakan punah di Bengkulu sekitar tahun 2005.Baca juga: Di Bengkulu, Ada 2 Lokasi Habitat Rafflesia hasseltii, Mekar Terakhir 2024Rasidin, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, memiliki kenangan khusus saat menyelamatkan badak sumatera.Ia tergabung dalam operasi Rhino Patroli Unit (RPU)."Saya bergabung dalam RPU itu tahun 1998 hingga 2002. Sebelum saya bergabung, sebetulnya sudah ada program penyelamatan badak," ujar Rasidin, diwawancarai Kompas.com, Senin .Rasidin mengungkapkan bahwa antara tahun 1998 hingga 2002 masih ditemukan badak sumatera di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, di Air Dikit, Bantal Kiri, dan Kanan."Kami saat itu bertugas patroli badak, mendeteksi keberadaan badak, serta pengamanan. Kala itu, masih diperkirakan ada sekitar lima ekor badak," ungkap dia.Keberadaan badak di Kabupaten Mukomuko dalam Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) diindikasikan dengan ditemukannya kubangan, jejak kaki, fases, urine, daun yang dimakan khas badak, yakni seperti dipilin, serta ditemukan bekas garukan cula di pohon dan tebing-tebing.Selama lima tahun tergabung dengan RPU, Rasidin mengaku tidak bertemu secara fisik dengan badak sumatera.Ia hanya menemukan bekas badak dan foto yang tertangkap kamera pengintai (kamera trap).Baca juga: TPA Bermasalah Sejak 2 Bulan Bikin Sampah Menumpuk, Pengusaha Kuliner di Bengkulu Ditinggal Pelanggan"Ada yang tertangkap kamera trap, hanya fotonya saat itu belum secanggih sekarang," kata dia.Jelang tahun 2004, keberadaan badak dinyatakan punah dan tidak diketahui ke mana hilangnya badak-badak terakhir itu. 


(prf/ega)