Orangtua dari Pelaku Penusukan Stasiun Metro Taiwan Berlutut Minta Maaf ke Publik

2026-01-12 07:24:56
Orangtua dari Pelaku Penusukan Stasiun Metro Taiwan Berlutut Minta Maaf ke Publik
TAIPEI, - Kedua orangtua dari Chang Wen, pelaku penusukan dan pelemparan bom asap di stasiun metro Taipei, tampil di hadapan publik dan menyampaikan permintaan maaf sambil berlutut pada Selasa .Mereka juga berjanji akan bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan dari insiden pada Jumat itu, yang menewaskan tiga orang di stasiun kereta bawah tanah ibu kota Taiwan.Dalam siaran langsung stasiun televisi Taiwan, kedua orangtua pelaku tampak mengenakan topi dan masker, berlutut di luar rumah duka tempat jenazah putra mereka diotopsi.Baca juga: Serangan Pisau-Bom Asap di Stasiun Taiwan Tewaskan 3 Orang, Pelaku Bunuh Diri"Kejahatan keji yang dilakukan oleh Chang Wen menyebabkan kerugian serius bagi masyarakat, dan menimbulkan penderitaan tak terperikan bagi para korban serta keluarga mereka," ujar sang ayah di hadapan wartawan, dikutip dari kantor berita AFP."Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami menyesal," tambahnya, sambil membungkuk bersama sang istri.Chang Wen, pria berusia 27 tahun, meledakkan bom asap di Stasiun Utama Taipei saat jam sibuk pada Jumat malam.Ia kemudian melakukan penusukan yang menewaskan tiga orang dan 11 korban luka-luka.Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan, Chang ditemukan tewas tak lama setelah serangan. Ia diduga melompat dari gedung di dekat lokasi kejadian.TAIWAN CNA PHOTO/CHENG CHING-YUAN via AFP Garis polisi melintang di pintu masuk Stasiun Utama Taipei, Taiwan, lokasi serangan pisau dan bom asap menewaskan tiga orang, satu pelaku, dan lima korban luka-luka pada Jumat .Polisi menduga Chang bertindak seorang diri dan berencana melakukan pembunuhan secara acak.Meski penyelidikan masih berlangsung, aparat untuk sementara menampik kemungkinan motif terorisme."Serangan ini disengaja, tetapi motif pastinya masih dalam penyelidikan," ujar seorang pejabat kepolisian setempat.Baca juga: Komodifikasi Ketegangan di Selat TaiwanChang diketahui pernah menjalani wajib militer, tetapi diberhentikan karena terlibat kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol.Ia juga buron karena tidak hadir dalam pelatihan militer cadangan.Menurut keterangan polisi, Chang menganggur dan hidupnya bergantung pada bantuan keuangan dari keluarganya.Otoritas menyebut bahwa Chang mulai menyewa apartemen di distrik dekat Stasiun Utama Taipei sejak Januari 2025. Ia diduga sempat melakukan pengintaian di sekitar lokasi sebelum melancarkan serangan.Penyidik juga menemukan riwayat pencarian tentang “pembunuhan acak” di iPad milik Chang.Salah satu konten yang diakses terkait penusukan di metro Taipei tahun 2014 yang menewaskan empat orang.Saat ditanya apakah dana yang diberikan digunakan untuk membeli senjata, atau apakah keluarga pelaku bersedia memberikan kompensasi kepada korban, orangtua Chang tidak menjawab.Baca juga: Jaga-jaga Diserang China, Taiwan Borong Senjata AS Rp 184 Triliun


(prf/ega)