Wilayah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 11-12 Desember 2025

2026-01-11 22:24:50
Wilayah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 11-12 Desember 2025
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada Kamis serta Jumat .Masyarakat diimbau untuk tetap sigap menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.“Dengan kesiapsiagaan yang baik, potensi cuaca ekstrem yang berpeluang menimbulkan genangan, banjir, atau longsor dapat diantisipasi sehingga aktivitas harian dan kelancaran transportasi tetap terjaga,” terang BMKG dikutip dari laman resminya.BMKG juga mengimbau agar menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan.Baca juga: Indonesia Tak Lagi Aman dari Siklon Tropis, Apa Penyebabnya?BMKG menyampaikan, saat ini muncul Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia bagian barat.Bibit siklon tropis itu masih berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.Selain itu, diprakirakan perpaduan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal akan mempengaruhi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan.Salah satu fenomena global tersebut adalah Dipole Mode Index (DMI) yang saat ini tercatat bernilai −0.46.Baca juga: Benarkah Awan Bertopi di Gunung Jadi Tanda Badai? Ini Penjelasan BMKGNilai DMI seperti itu mengindikasikan adanya potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.Kemudian, ada kondisi La-Nina lemah yang ditandai dengan nilai indeks Nino 3.4 sebesar -0.91 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +3.7.Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur.Lalu, kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO) serta Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator diprediksi akan aktif di beberapa wilayah.Baca juga: Kenali Beda Tanda Hujan Deras Berdurasi Singkat dan Gerimis yang Berlangsung LamaKombinasi fenomena itu berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Aceh juga membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di perairan barat Aceh hingga Sumatera Utara serta Laut Andaman.“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” jelas BMKG.Baca juga: Mengapa Awan Mendung Bisa Terlihat Terang Saat Malam?Dilansir dari laman BMKG, berikut prakiraan cuaca mengenai wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 10-11 Desember 2025:Baca juga: BMKG Ungkap Peta Zona Megathrust di Indonesia, Ada 13 TitikBaca juga: Ramai soal Kemunculan “Rip Current” di Pantai Parangtritis dan Disebut Berbahaya, Apa Itu?


(prf/ega)