Kementan Kumpulkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Rp 75 Miliar

2026-02-03 16:49:50
Kementan Kumpulkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Rp 75 Miliar
JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan pihak Kementerian Pertanian (Kementan) mengumpulkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor sebesar Rp 75 miliar.Amran mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan untuk korban terdampak di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).“Alhamdulillah, terkumpul bantuan untuk pencana Rp 75 miliar. Tadi Rp 74,5 miliar, berjalan keluar ada tambah Rp 200 (juta), ada Rp 100 (juta), dan setiap itu sekitar Rp 75 miliar terkumpul pagi ini,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa .Menurut Amran, dana itu dikumpulkan dari para pegawai dan mitra Kementan.Baca juga: Lantik Lima Pejabat Eselon I Kementan, Amran: Jangan KorupsiNantinya, dana tersebut akan disalurkan kepada korban bencana di tiga provinsi tersebut dalam bentuk bahan makanan dan barang-barang kebutuhan mendasar.Di antara barang-barang itu meliputi mie instan, ayam, minyak goreng, beras, telur, dan susu.“Insyaallah besok pagi kita lepas dari sini sebagian. Jadi secara bertahap kita akan kirim ke lapangan,” tutur Amran.Di luar bantuan tersebut, Amran juga telah menerjunkan tim ke titik-titik bencana dan memastikan pasokan beras tidak kosong.Bantuan beras dikirimkan secara reguler maupun secara langsung ke tiga provinsi tersebut.“Kami sudah kirim, reguler maupun bantuan langsung, itu 40 ribu ton kepada 3 wilayah, juga minyak goreng itu ribuan ton kepada 3 wilayah yang terdampak,” tutur Amran.Baca juga: Setelah Sabang, Kementan Ungkap Masuknya 40 Ton Beras Ilegal di BatamSebagai informasi, sejumlah kementerian ramai-ramai mengumpulkan bantuan untuk disalurkan kepada korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.Kementerian Perdagangan misalnya, menyerahkan lima truk bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan mendasar, termasuk pempers bayi serta pembalut.Bantuan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk kemudian dibawa dari Jakarta ke Sumatera melalui jalur udara.Diketahui, tiga provinsi di Sumatera yakni, Aceh, Sumbar, dan Sumut dilanda banjir bandang dan tanah longsor.Berdasarkan laporan BNPB jumlah korban meninggal per Senin mencapai 604.Sementara itu, puluhan ribu warga mengungsi karena rumah mereka luluh lantak diterjang banjir besar.Sejumlah titik dikabarkan masih terisolir karena akses jalan yang tertimbun material longsor dan banjir hingga berkilo-kilo meter.Baca juga: Siapa Izinkan Beras Ilegal Masuk Sabang? Bea Cukai dan Kementan Buka Suara


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-03 15:52