Kerugian Subulussalam Capai Rp 2,3 Triliun akibat Banjir, Wali Kota Rasyid Ceritakan Upaya Penanganan Bencana

2026-01-12 04:45:07
Kerugian Subulussalam Capai Rp 2,3 Triliun akibat Banjir, Wali Kota Rasyid Ceritakan Upaya Penanganan Bencana
JAKARTA, - Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin menceritakan bagaimana Kota yang dipimpinnya menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera yang terjadi sejak 26 November lalu.Di Subulussalam, ada 2.812 kepala keluarga dari 28 desa yang terdampak banjir dan longsor berdasarkan data hingga 9 Desember 2025. Dari jumlah itu, sebanyak 2 orang meninggal dunia.Dalam kunjungannya ke Kantor Redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa , Rasyid Bancin menyampaikan, kondisi di Subulussalam cenderung sudah kembali normal.Baca juga: Ahli Hukum Lingkungan UNMUL: Kaltim Berpotensi Alami Bencana seperti Sumut dan Aceh Jika Tata Kelola SDA Tak DibenahiHal ini tak lepas dari penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah."Pada tanggal terjadinya banjir, kami forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) dan dinas terkait langsung memberikan bantuan tanggap darurat seperti beras, air bersih, dan minyak goreng, mie, serta pakaian layak pakai, segera kita salurkan," kata Rasyid.Selain itu, pihaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.Ia mencontohkan saat berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait permintaan bantuan genset untuk penyediaan listrik.Ada dua desa di Subulussalam yang sempat mati listrik. "Di beberapa desa, seperti Suka Maju, Tanah Tumbuh, memang putus listrik karena kalua dihidupkan takut korsleting, bukan mati lampu dari PLN tetapi memang dimatikan," kata Rasyid."Kalau di Tanah Tumbuh, pasokan listrik dari Aceh Selatan, maka itu padam sampai semingguan, kami minta bantuan dari BNPB untuk kirimkan genset dan itu gensetnya sudah datang," kata dia lagi.Baca juga: Pemulihan Pascabencana, Gubernur Mualem Ajak Pengusaha: Aceh Harus Kita Bangun BersamaKoordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian, BPBD, dan pemerintah provinsi. Demikian juga dengan pihak Kementerian Sosial."Contoh telepon Kemensos, datang makanan siap saji, minta perahu karet, langsung ditanggapi," kata Rasyid. Bantuan juga datang dari wilayah sekitar yang mengirimkan relawan maupun bantuan logistik.Akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang Sumatera, khususnya Aceh, Kota Subulussalam mengalami kerugian kurang lebih Rp 2,3 triliun.Menurut Rasyid, kerugian ini mencakup kerusakan sekolah, jembatan, dan jalan yang putus."Kemudian kebun masyarakat, ada kebun jagung, padi, kelapa sawit. Itu kelapa sawit kalua kena banjir itu beberapa bulan lagi baru bisa pulih. Dampaknya 352 hektare kena, jadi kalua kami hitung kemarin, rapat dengan dinas terkait, ada Rp 2,3 triliun," ucap dia.Baca juga: Kemdiktisaintek Kirim Rp 124,3 M untuk Bencana Sumatera, Rp 71 M buat Dosen dan Mahasiswa


(prf/ega)