JAKARTA, - Pernah nggak sih kalian ngerasain gagal berkali-kali pas ujian praktik SIM?, trus denger komentar “kalau mau cepat, ya lewat jalur lain saja.” atau ngerasa kalau rintangan di sirkuit tes SIM terlalu ribet dan ngerasa ga relevan sama kondisi di jalan raya?Kalian nggak sendirian, ternyata banyak Gen Z punya rasa penasaran dan skeptisisme soal “kenapa sih harus ada tes ini?”.Di sini gue udah ngewawancarai polisi dan beberapa Gen Z buat ngebongkar esensinya.Fawwaz (22) membagikan kisah pembuatan SIM-nya kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Ujian SIM Dipermudah, tapi Masyarakat Harus Lebih DisiplinKatanya, dia ikut tes pada pertengahan 2020, butuh tiga kali, dua kali gagal di antaranya karena ‘angka delapan’.Pengalaman lainnya datang dari Arya (21) yang mengaku kesulitan karena rintangan yang sama.“Menurut saya, rintangan yang paling sulit adalah ‘angka delapan’. Karena kita harus menjaga keseimbangan dan perlu berputar sebanyak 3 kali,” kata Arya, Rabu .“Selain itu, putaran yang ada terlalu sempit sedangkan lebar motor terlalu lebar. Membuat saya hilang keseimbangan, menyenggol corn, lalu terjatuh saat berhadapan dengan "angka delapan," ujar dia.Baca juga: Ramai Twit Valentino Rossi Tak Akan Lolos Tes SIM C di RI, Ada Apa?Luki (21) juga merasa frustasi atas kegagalannya.“Saya mencoba tes praktik dua kali dan gagal. Yang membuat saya agak frustrasi adalah kesan bahwa banyak orang di sekitar saya justru bilang, 'Kalau mau cepat, ya lewat jalur lain saja'. Jadi ketika saya benar-benar mencoba jalur resmi, rasanya justru lebih berat,” katanya kepada Kompas.com, Selasa .Pendapat lain datang dari Wafa yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN).“Menurut saya, rintangan yang paling penting dari tes SIM adalah lintasan sempit dan manuver kecepatan rendah, karena itu sangat relevan dengan kondisi jalanan macet atau ruas sempit di perkotaan.” ujar Wafa (25) pada Jumat .Baca juga: Lebih Serius, Ini Bedanya Ujian SIM C di Malaysia dan IndonesiaDari pernyataan Gen Z di atas muncul sebuah pertanyaan, apakah tes SIM yang sekarang relevan?Yuk, simak penjelasan lengkap Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago selaku Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri.Menurut Erdi, proses SIM dimulai dari syarat umur, e-KTP, sampai tes mata, pendengaran, emosi, dan kognitif. Ini bukan remeh. Banyak kecelakaan disebabkan gangguan penglihatan jarak dekat atau respon lambat di jalanan.
(prf/ega)
Tes SIM Terasa "Overkill", Begini Penjelasan Polisi dan Pengalaman Gen Z
2026-01-13 06:50:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 05:53
| 2026-01-13 05:16
| 2026-01-13 05:16
| 2026-01-13 04:52
| 2026-01-13 04:18










































