Mendikdasmen soal Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah: Tunggu Kesiapan Guru

2026-01-16 04:26:55
Mendikdasmen soal Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah: Tunggu Kesiapan Guru
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya telah melakukan kajian terkait bahasa Portugis diajarkan di sekolah. Mu'ti mengatakan penerapan pembelajaran bahasa Portugis bergantung pada kesiapan para guru.Mulanya, anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menyinggung terkait penerapan bahasa Portugis dalam kurikulum pendidikan. Furtasan meminta Mu'ti menjelaskan terkait detail pelaksanaannya."Beberapa waktu lalu saya dengar kabar berita bahwa bahasa Portugis akan diterapkan di kurikulum kita. Saya ingin penjelasan lebih detail kepentingan seperti apa ke depan gitu ya? Bukankah bahasa daerah kita juga harus kita perhatikan semuanya nanti," kata Furtasan dalam rapat Komisi X DPR bersama Kemendikdasmen di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025)."Jadi intinya adalah waktu Bapak Presiden tempo hari kepada Pak Menteri, ada instruksi seperti itu, dapat penjelasan lebih detail saja kira-kira seperti apa? Per kapannya?" sambung dia.Ditemui seusai rapat, Mu'ti menjelaskan kajian pembelajaran bahasa asing telah dilakukan, termasuk bahasa Portugis."Jadi kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak ya," ujar Mu'ti.Dia mengatakan saat ini bahasa asing yang wajib diajarkan ialah bahasa Inggris. Nantinya, pada 2027, bahasa Inggris akan mulai diajarkan pada murid kelas 3 SD."Mulai 2027 itu, kita mulai mengajarkan bahasa Inggris kelas 3 SD. Tahun 2026 guru bahasa Inggrisnya kita latih," ujarnya.Selain bahasa Inggris, kata dia, ada bahasa-bahasa asing lainnya yang cukup banyak diajarkan, di antaranya bahasa Arab, bahasa Prancis, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Korea."Nanti kemungkinan juga bisa diajarkan bahasa Portugis," katanya.Namun, kata dia, pengajaran bahasa Portugis bergantung pada kesiapan guru. Saat ini, pembelajaran bahasa asing masih difokuskan pada bahasa asing pilihan."Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya, juga bagaimana kesiapan sarana prasarananya, dan nanti tentu saja, kalau sekarang ini skemanya memang masih merupakan skema yang bahasa asing pilihan. Bahasa asing pilihan gitu," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-16 03:43