JAKARTA, – Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah tidak pernah menerbitkan izin impor beras sepanjang 2025.Pernyataan itu ia sampaikan ketika dimintai tanggapan soal masuknya 250 ton beras di Sabang, Aceh, dan 40,4 ton beras di Batam, Kepulauan Riau.“Kita tidak pernah ada izin impor beras itu enggak ada,” kata Zulhas usai menghadiri 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu .Baca juga: Di Balik Impor 250 Ton Beras di Sabang: Otonomi atau Kepentingan Bisnis?Ia menyebut stok beras di gudang Perum Bulog mencapai 4 juta ton.Stok itu tidak terlepas dari produksi beras nasional yang surplus hingga 4,7 juta ton dari Januari sampai Desember 2025.“Jadi kita enggak perlu impor dan tidak ada izin impor, tahun ini enggak ada, enggak ada. Tidak boleh,” tegasnya.Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menjelaskan laporan soal beras yang akan masuk dari Thailand pada 13 November lalu.Ia meminta jajarannya memeriksa laporan itu dan melakukan mitigasi.“Kalau memang betul, batalkan. Saya belum tahu perkembangan dan saya akan tunggu laporan,” ujar Zulhas.Kementerian Pertanian bersama jajaran TNI sebelumnya mengungkap praktik impor beras ilegal di Sabang sejumlah 250 ton pada Minggu .Baca juga: Sita Beras 250 Ton di Sabang, Mentan Tak Mau Indonesia Terus Jadi PasarBeras itu masuk ke Indonesia dan disimpan di gudang milik perusahaan swasta, Multazam Sabang Group.Kegiatan impor itu dinilai melanggar aturan serta perintah Presiden Prabowo Subianto yang melarang impor beras.Pada Senin , Kementan kembali menyita 40,4 ton beras, 2,04 ton minyak goreng, 4,5 ton gula pasir, 600 kilogram tepung terigu, 900 liter susu, 240 pieces parfume, 360 pieces mi impor, dan 30 dus frozen food.Setelah penindakan itu, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membahas solusi terkait persoalan pangan.
(prf/ega)
Zulhas: Kita Tak Pernah Terbitkan Izin Impor Beras, di Gudang Ada 4 Juta Ton
2026-01-12 15:39:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:42
| 2026-01-12 15:22
| 2026-01-12 14:46
| 2026-01-12 13:52
| 2026-01-12 13:14










































