Menperin: Kasus Radioaktif di Cikande Tak Ganggu Industri Manufaktur

2026-01-11 03:41:03
Menperin: Kasus Radioaktif di Cikande Tak Ganggu Industri Manufaktur
JAKARTA, - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai insiden paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) yang sempat terjadi di kawasan industri Cikande, Serang, Banten, tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri manufaktur secara nasional.Sekalipun ada 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Banten, dinyatakan terpapar, hal tersebut tidak lantas menekan pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, angka tersebut tidak serta-merta mewakili kondisi keseluruhan industri manufaktur nasional. Baca juga: 24 Perusahaan di Cikande Terpapar Radioaktif Cs-137, Termasuk Pabrik Sepatu dan MakananANTARA/HO-KLH Penyegelan kawasan mengandung radioaktif cesium-137 oleh Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup di sebuah pabrik di Cikande, Kabupaten Serang, Kamis . Kemenkes jelaskan efek paparan radioaktif Cs-137 di Cikande, dari gejala mual, muntah, hingga risiko jangka panjang bagi kesehatan manusia.Sebagian perusahaan yang sempat dikaitkan dengan temuan radiasi kini kembali beroperasi, setelah mendapat surat keterangan resmi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang menyatakan aktivitas industri di lokasi tersebut aman.“Jadi jumlah 24 perusahaan boleh kita lihat itu secara relatif, tapi 24 perusahaan yang dianggap, saya tidak mengatakan masih, saya sampaikan tadi surat dari Bapeten sudah beroperasi, tapi kalau dianggap itu dianggap pernah menghadapi permasalahan radiasi, itu angka 24 silahkan teman-teman mengambil kesimpulan sendiri,” ujar Agus usai pembukaan pameran IPCS di Pusdiklat Industri Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu . Bila melihat data pertumbuhan industri, dampak dari kasus tersebut sangat kecil, bahkan nyaris tidak terlihat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III-2025, sektor manufaktur tumbuh 5,58 persen, hanya turun tipis dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 5,6 persen. Baca juga: Kemenperin Bongkar Dugaan Asal Scarp Pemicu Radiasi Cs-137 di Cikande


(prf/ega)