LAMPUNG, – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai argumen perubahan zona inti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk kepentingan jasa lingkungan karbon sebagai alasan yang mengada-ada.Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, rencana perubahan zonasi di TNWK justru menjadi kemunduran dalam upaya perlindungan kawasan konservasi.“Bukan memperkuat dan mempertahankan zona inti, justru zona inti akan berubah ke zona pemanfaatan,” kata Irfan melalui pesan suara, Selasa .Menurut Irfan, dalih perubahan zonasi demi kepentingan perdagangan karbon yang disampaikan Kementerian Kehutanan justru memperlemah keberadaan kawasan konservasi.Baca juga: Fokus Perdagangan Karbon, Misi RI di COP 30 Dinilai Terlalu Jualan“Perdagangan karbon itu adalah solusi palsu di dalam penanganan perubahan iklim,” ujarnya.Ia mempertanyakan alasan pemerintah yang mengaitkan perubahan zonasi dengan jasa lingkungan karbon. Menurutnya, jika benar bertujuan untuk kepentingan tersebut, seharusnya kawasan konservasi tetap dipertahankan atau bahkan diperluas.“Kalau memang untuk skema perdagangan karbon atau aktivitas wisata, kenapa tidak di zona-zona yang di luar zona inti atau di luar zona konservasi yang sudah existing selama ini?” kata Irfan.Ia menilai, perubahan status zona inti menjadi zona pemanfaatan sama saja dengan membuka ruang eksploitasi di kawasan yang seharusnya dilindungi secara ketat.“Ini sama dengan tindakan yang bersifat eksploitatif,” ujarnya.Sebelumnya diberitakan, lebih dari 32.000 hektar zona inti Taman Nasional Way Kambas direncanakan bakal diubah statusnya menjadi zona pemanfaatan.Rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah aktivis lingkungan karena dinilai berpotensi mengancam ekosistem dan perlindungan satwa endemik di kawasan TNWK.
(prf/ega)
Zona Inti TNWK Diubah demi Perdagangan Karbon, Walhi Lampung Sebut Solusi Palsu
2026-01-13 05:34:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:02
| 2026-01-13 05:13
| 2026-01-13 04:28
| 2026-01-13 04:16










































